Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Bekasi

Masih Banyak Orangtua Siswa di Bekasi Belum Setuju Anaknya Mengikuti Vaksinasi Covid-19

Dinas Pendidikan (Disdik) mengakui, masih ada orangtua siswa yang belum menyetujui anaknya disuntik vaksin Covid-19.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Inayatullah di SMP Negeri 21 Kota Bekasi saat meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk pelajar SMP sederajat, Rabu (4/8/2021). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Dinas Pendidikan (Disdik) mengakui, masih ada orangtua siswa yang belum menyetujui anaknya disuntik vaksin Covid-19.

Hal ini disampaikan Kepala Disdik Kota Bekasi Inayatullah, dia mengatakan, Pemerintah Kota Bekasi saat ini tengah menggelar program vaksinasi anak.

Sasaran vaksinasi anak di Kota Bekasi dimulai dari pelajar SMP Sederajat, setiap pelajar wajib membawa surat persetujuan orangtua sebelum disuntik vaksin.

"Bukan enggak ada yang nolak, ada yang enggak menyetujui, banyak juga," kata pria yang akrab disapa Inay, Rabu (4/8/2021) di SMP Negeri 21 Kota Bekasi.

Dia melalui sekolah-sekolah sejatinya telah melakukan sosialisasi terlebih dahulu soal vaksin, manfaat vaksin, serta tujuan vaksinasi.

"Makanya saya mohon teman-teman berikan kesadaran bahwa vaksinasi meningkatkan imunitas kita, biar sehat, siapa yang enggak mau sehat? Kita semua mau sehat," jelas dia.

Adapun vaksinasi pelajar SMP sederajat sudah dimulai sejak kemarin, Rabu (4/8/2021) dan akan dilanjutkan gelombang kedua pada, Jumat (6/8/2021) besok.

"Target kita itu siswa untuk usia SMP usia 12-15 tahun, kurang lebih 108 ribu sasaran, dibagi dua tahap (gelombang), di enam rayon," kata Inay.

Baca juga: Wali Kota Bekasi Ungkap Alasan Ingin Level PPKM di Wilayahnya Turun

Baca juga: Vaksinasi Massal Anak di Kota Bekasi Sasaran 108 Ribu Pelajar

Baca juga: Jumlah Penumpang Bus AKAP di Terminal Pulo Gebang Menurun Drastis Sejak Penerapan PPKM Darurat

Dia menjelaskan, vaksinasi massal untuk pelajar SMP sederajat menggunakan vaksin Sinovac dengan melibatkan tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi.

Untuk dosisnya, Inay mematikan pihak Dinkes menyesuaikan dengan standar yang ditetapkan Kementerian Kesehatan perihal vaksinasi Covid-19 untuk anak.

"Ukuran dewasa sama anak-anak kan beda, proses skriningnya juga khusus anak. Nah kalau nanya ukuran dosisnya berapa, bukan kapasitas saya, tapi yang jelas secara nyata pasti beda antara dewasa dan anak-anak," ucapnya.

Adapun sebelum dilakukan suntik vaksin, setiap siswa harus menunjukkan surat pernyataan orangtua dengan ditanda tangani.

Surat pernyataan ini lanjut Inay, dibawa sebagai berkas syarat mengikuti vaksin bersama dengan kartu keluarga (KK).

"Jadi ketika datang ke sekolah, kita periksa berkasnya termasuk surat persetujuan orangtua, nah abis itu diskrining, kalau layak baru bisa disuntik vaksin," tegas dia.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved