Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Vaksinasi Massal Anak di Kota Bekasi Sasar 108 Ribu Pelajar

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi Inayatullah mengatakan, vaksinasi anak di wilayahnya sasaran 108.000 pelajar tingkat SMP sederajat.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Kegiatan vaksinasi massal Covid-19 di SMP Negeri 21 Kota Bekasi dengan sasaran sebanyak 3000 pelajar dari sembilan sekolah, Rabu (4/8/2021). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi Inayatullah mengatakan, vaksinasi anak di wilayahnya sasaran 108.000 pelajar tingkat SMP sederajat.

Pria yang akrab disapa Inay mengatakan, vaksinasi pelajar SMP sederajat sudah dimulai sejak kemarin, Rabu (4/8/2021) dan akan dilanjutkan gelombang kedua pada, Jumat (6/8/2021) besok.

"Target kita itu siswa untuk usia SMP usia 12-15 tahun, kurang lebih 108 ribu sasaran, dibagi dua tahap (gelombang), di enam rayon," kata Inay.

Dia menjelaskan, vaksinasi massal untuk pelajar SMP sederajat menggunakan vaksin Sinovac dengan melibatkan tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi.

Untuk dosisnya, Inay mematikan pihak Dinkes menyesuaikan dengan standar yang ditetapkan Kementerian Kesehatan perihal vaksinasi Covid-19 untuk anak.

Baca juga: Jumlah Penumpang Bus AKAP di Terminal Pulo Gebang Menurun Drastis Sejak Penerapan PPKM Darurat

Baca juga: Soal Dugaan Pungli Bansos Rp10 Ribu di Jakarta Pusat, Irwandi: Cuma Patungan Ongkos Bawa Barang

Baca juga: Pemkot Bekasi Siapkan 49 Ribu Dosis Vaksin AstraZeneca untuk Pegawai Industri dan UMKM

"Ukuran dewasa sama anak-anak kan beda, proses skriningnya juga khusus anak. Nah kalau nanya ukuran dosisnya berapa, bukan kapasitas saya, tapi yang jelas secara nyata pasti beda antara dewasa dan anak-anak," ucapnya.

Adapun sebelum dilakukan suntik vaksin, setiap siswa harus menunjukkan surat pernyataan orangtua dengan ditanda tangani.

Surat pernyataan ini lanjut Inay, dibawa sebagai berkas syarat mengikuti vaksin bersama dengan kartu keluarga (KK) siswa.

"Jadi ketika datang ke sekolah, kita periksa berkasnya termasuk surat persetujuan orangtua, nah abis itu diskrining, kalau layak baru bisa disuntik vaksin," tegas dia. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved