Sisi Lain Metropolitan

Cerita Umar, Juru Parkir di Cipayung yang Kerap Ganti Kostum Tiap Bekerja

Bila Anda melintas di Jalan Gebang Sari, Cipayung, Jakarta Timur tentunya sudah tak asing dengan sosok Umar.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Umar, juru parkir tunarungu di kawasan Cipayung, Jakarta Timur yang pernah menjadi korban penculikan, Kamis (26/8/2021) 

"Selama dia jadi juru parkir ya enggak minta uang sama saya. Bapaknya juga lagi enggak kerja, kan jadi sopir bus pariwisata. Kalau sikonnya begini kan memang enggak ada kerjaan," ucapnya.

Namun bila dirinya tak punya uang sama sekali, barulah Umar akan meminta kepada orang tuanya.

"Dia minta itu jarang, paling kalau enggak ada uang banget. Soalnya kan hasil jadi juru parkir dia pegang sendiri," jelasnya.

Baca juga: Link Baca Manga One Piece 1023, Roronoa Zoro dan Sanji Serius Hadapi King serta Queen

Pernah Jadi Korban Penculikan

Rupanya ada kisah pilu yang sebenarnya masih membekas di ingatan Umar, khusus bagi keluarganya.

Di balik sikap ramahnya kepada para pengendara, Umar pernah menjadi korban penculikan.

Umar, juru parkir tunarungu di kawasan Cipayung, Jakarta Timur yang pernah menjadi korban penculikan, Kamis (26/8/2021)
Umar, juru parkir tunarungu di kawasan Cipayung, Jakarta Timur yang pernah menjadi korban penculikan, Kamis (26/8/2021) (TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA)

Keluarga baru menemukan Umar sebulan kemudian dan sedang mengamen di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur.

"Saya enggak apa-apa dia jadi juru parkir, yang penting dia senang. Saya masih bisa awasi juga kan, sebab Umar dulu pernah hilang diculik. Jadi yang penting dia senang aja," ungkapnya.

Kala itu, Umar berusia delapan tahun dan tinggal di sebuah kontrakan di wilayah Condet, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Setelah Sabiah menyuapi Umar, ia melanjutkan pekerjaan rumahnya. Nahas, Umar yang izin bermain tak kunjung kembali.

Diliputi kegelisahan, Sabiah dan suaminya terus mencari anak semata wayangnya.

Dibantu para tetangga, Umar tak juga ditemukan hingga pihak keluarga membuat selembaran pemberitahuan orang hilang dan sempat ditayangkan di televisi.

"Waktu itu izinnya main, tapi nggak pulang-pulang. Saya cari dia sampai lewat TV dan poster juga tapi enggak ketemu," jelasnya.

Baca juga: Menolak Menyerah dengan Keadaan, Juru Parkir Tunarungu di Cipayung Ini Pernah Jadi Korban Penculikan

Selama Umar belum ditemukan, Sabiah diliputi kesedihan mendalam.

Makanan lezat yang disajikan suaminya serasa hambar lantaran ia tak lagi berselera.

Air mata selalu menetes menjelang tidur malamnya. Hingga suatu ketika, ribuan doa yang dipanjatkan Sabiah terkabul saat suaminya membeli tiket di Stasiun Jatinegara.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved