Sisi Lain Metropolitan

Cerita Umar, Juru Parkir di Cipayung yang Kerap Ganti Kostum Tiap Bekerja

Bila Anda melintas di Jalan Gebang Sari, Cipayung, Jakarta Timur tentunya sudah tak asing dengan sosok Umar.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Umar, juru parkir tunarungu di kawasan Cipayung, Jakarta Timur yang pernah menjadi korban penculikan, Kamis (26/8/2021) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Umar Azan Bahri (20), juru parkir tunarungu di Cipayung, Jakarta Timur miliki sejumlah kostum tiap bekerja.

Bila Anda melintas di Jalan Gebang Sari, Cipayung, Jakarta Timur, pastilah sudah tak asing dengan sosok Umar.

Umar merupakan anak semata wayang Sabiah (47) dan Saipul Bahri yang setiap harinya selalu berada di lokasi tersebut.

Menariknya, Umar memiliki sejumlah kostum khusus saat bekerja sebagai juru parkir.

Hal ini diungkapkan oleh Sabiah. Ia mengatakan anaknya merupakan sosok yang rajin. Ia juga bersih dalam berpakaian.

Baca juga: Bangganya Umar Berseragam Satpam, Pria Tunarungu yang Rajin Mencari Uang Meski Alami Keterbatasan

Meski hanya bekerja sebagai juru parkir, kata Sabiah, anaknya itu sangat memperhatikan penampilannya.

"Yang dia pakai seragam satpam. Kadang juga pakaian rapi, pakai kemeja pakai dasi seperti orang mau ke kantor," jelasnya kepada TribunJakarta.com, Jumat (27/8/2021).

Umar, juru parkir tunarungu di kawasan Cipayung, Jakarta Timur yang pernah menjadi korban penculikan, Kamis (26/8/2021)
Umar, juru parkir tunarungu di kawasan Cipayung, Jakarta Timur yang pernah menjadi korban penculikan, Kamis (26/8/2021) (TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA)

Umar juga punya seragam satpam berwarna putih biru dongker. Semua kostum yang dikenakan, dibelinya dari hasil jerih payah sebagai juru parkir.

"Saya tanya dapat seragam satpam dari mana? Dia jawab dari uang parkir dengan bahasa isyarat. Ya mungkin suka ada yang kasih juga kan saya enggak tahu."

"Tapi memang anaknya jarang minta uang. Dia simpan sendiri uangnya, jadi memang kostumnya tuh hasil dia sendiri," sambung dia.

Tunarungu Sedari Lahir

Meski cukup tersohor di lokasi tersebut, namun tak banyak pengendara tanf tahu bila sebenarnya Umar merupakan seorang tunarungu.

Baca juga: Menolak Menyerah dengan Keadaan, Juru Parkir Tunarungu di Cipayung Ini Pernah Jadi Korban Penculikan

Sabiah menceritakan bila anaknya itu memang memiliki keterbatasan sedari lahir.

Hal itu baru diketahui dirinya dan keluarga lainnya ketika Umar berusia satu tahun.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved