Lapas Tangerang Terbakar
Kobaran Api Merambat Perlahan, Ini Kesaksian Korban Selamat Kebakaran Lapas Tangerang
Petra dan temannya yang berhasil menyelamatkan diri tengah berada di salah satu ruangan di Blok C2 Lapas Kelas 1 Tangerang.
Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim
TRIBUNJAKARTA.COM, TEBET - Keluarga Petra Eka (25), korban tewas dalam peristiwa kebakaran di Lapas Kelas 1 Tangerang, menceritakan kronologi munculnya api hingga menghanguskan bangunan dan menewaskan puluhan narapidana.
Kronologi itu didapat keluarga Petra dari kesaksian korban yang berhasil menyelamatkan diri.
Tante Petra Eka, Angline (40), mengatakan korban selamat itu merupakan teman satu sel keponakannya di Lapas Kelas 1 Tangerang
"Kita dapat informasi dari penghuni lapas yang selamat, yang satu sel dengan Petra, teman makan satu piringnya. Memang lebih tua orang itu. Satu sel," kata Angeline saat ditemui di rumah duka di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (10/9/2021) malam.
Baca juga: Tak Hanya Polisi, Tim DVI Kebakaran Lapas Tangerang Beranggotakan Ahli dari Puskes TNI Hingga Dosen
Mulanya, cerita Angeline, Petra dan temannya yang berhasil menyelamatkan diri tengah berada di salah satu ruangan di Blok C2 Lapas Kelas 1 Tangerang.
Oleh penghuni lapas, ruangan itu biasa disebut sebagai aula.

"Terus dia (korban selamat) lihat api jaraknya tuh sekitar 20 meter dari aula," ujar Angeline.
Api itu muncul dari sebelah kanan aula, lalu merambat perlahan ke bagian kiri. Kepanikan pun terjadi di aula tersebut.
"Jadi api sudah mulai masuk ke aula, sudah makin panik, ada sebagian yang padamin api," tutur Angeline.
Berdasarkan kesaksian korban selamat, Angeline mengungkapkan terdapat satu kamar tahanan yang terbuka.
Petra dikatakan sempat dipanggil untuk masuk ke kamar tersebut.
Baca juga: Bantu Identifikasi, Rekan Korban Kebakaran Lapas Tangerang Diminta Berikan Data Antemortem Sekunder
Namun, karena dikenal memiliki jiwa sosial tinggi, Petra justru ikut membantu rekan-rekannya untuk memadamkan api.
"Jadi yang di dalam kamar nggak mau buang risiko mereka buang semua peralatan yang mudah terbakar, seperti kasur-kasur mereka buang keluar," kata dia.
"Ya otomatis di sana kan lagi berusaha padamin api, di sini ngeluarin barang yang mudah terbakar. Entah lah itu api menyambar dari mana, tergulung lah mereka di tengah-tengah," tambahnya.
Baca juga: Gelar Perkara Rampung, Kasus Kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang Naik Penyidikan