Breaking News:

Penangkapan Terduga Teroris

Terduga Teroris yang Ditangkap Densus 88 di Bekasi Bekerja di BUMN dan Pernah Jadi Pengurus RT

S bekerja di Kimia Farma. Selain itu, dia juga mengelola yayasan yatim piatu. S bahkah pernah menjadi pengurus RT.

Penulis: Abdul Qodir | Editor: Erik Sinaga
PERSDA NETWORK/BINA HARNANSA
Ilustrasi 

Di antaranya kantor polisi hingga tempat kerumunan yang banyak terdapat orang asing.

Temuan barang berupa senjata api, amunisi, dan senapan angin di rumah AS warga Desa Kace, Kecamatan Mendobarat, Bangka
Temuan barang berupa senjata api, amunisi, dan senapan angin di rumah AS warga Desa Kace, Kecamatan Mendobarat, Bangka (Istimewa/dok. Humas Polda Kepulauan Babel)

"Jadi ke pemerintah inilah yang mereka sasar itu. Artinya mereka yang sasar jadi suatu target."

"Seperti zaman dulu ada tempat polisi, tempat kerumunan dari orang-orang asing yang ada di Indonesia sudah kita petakan semuanya," ujar dia.

Ia menuturkan agenda teror itu gagal karena pelaku keburu tertangkap.

Polri tak menjelaskan secara rinci agenda teror yang bakal dilakukan puluhan teroris JI tersebut.

"Tentunya jaringan ini kan tidak pisah namun ini ada keterkaitan dan kadang-kadang masih ada hubungan."

"Artinya hubungannya tuh apa yang telah direncanakan kemudian nanti yang ketangkep artinya perencanaan gagal."

"Tapi ini ada kaitannya. Jadi ada jaringannya. Ada suatu agenda yang sudah dibuat oleh mereka," ujarnya.

Baca juga: Temuan Benda Menyerupai Bom di Bekasi Disebut Bagian dari Aksi Teror, Polisi Buru 3 Terduga Pelaku

Sebagai informasi, tim Densus 88 Antiteror Polri menangkap setidaknya 58 tersangka teroris di sejumlah wilayah sejak Kamis 12 Agustus 2021. 

Mayoritas mereka adlaah anggota Jamaah Islamiah (JI).

Anggota Jamaah Islamiah sendiri diperkirakan masih sebanyak 6.000 orang di Indonesia.

Polisi melakukan evakuasi dan penjinakan benda diduga bom yang ditemukan waega dalam tong sampah, Kampung Caman Baru, Kecamatan Bekasi Barat, Senin (23/8/2021).
Polisi melakukan evakuasi dan penjinakan benda diduga bom yang ditemukan waega dalam tong sampah, Kampung Caman Baru, Kecamatan Bekasi Barat, Senin (23/8/2021). (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)

Pada November 2020 lalu, petinggi JI bernama Upik Lawanga yang juga biasa dijuluki penerus Dokter Azhari tertangkap.

Dari hasil penyidikan Densus 88 Antiteror, kasus besar tindak pidana terorisme yang melibatkan Upik Lawanga di Sulawesi Tengah.

Pada 2004, dia terlibat dalam pembunuhan Helmi Tembiling istri anggota TNI AD, penembakan dan pengeboman gereja anugrah pada 12 Desember 2004.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved