Cerita Kriminal
Dukun Bekasi Beraksi di Blitar: Bungkusan Isi Berlian Jangan Dibuka 3 Hari, Begitu Dibuka Ternyata
Sedangkan ritual ketiga, sang dukun meminta uang Rp 8.000.000 dengan dalih untuk membeli batu merah delima guna memagari rumah dan istri korban.
Penulis: Abdul Qodir | Editor: Yogi Jakarta
Supaya korban percaya, kata Yudhi, tersangka melaksanakan ritual dengan menggunakan alat prasarana berupa dupa, kembang minyak apel jin, dan ikat kepala.
Baca juga: Kenal di FB, Pemuda Ini Jadi Korban Tipu Muslihat Cewek Tangsel Modus Tahlilan: Motor Dibawa Kabur
Merasa ditipu, korban melaporkan kasus itu ke Polres Blitar Kota.
Satreskrim Polres Blitar Kota akhirnya membekuk tersangka untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Di hadapan awak media, pelaku mengaku sebenarnya dia tidak memiliki keahlian spiritual. Adapun aksinya itu dilakukan semata untuk mendapatkan keuntungan dari korbannya.
Uang hasil tipu daya dari korban digunakannya untuk kebutuhan sehari hari.
Selain itu, ia juga mengaku untuk mengelabui korbannya, dalam melakukan ritual menggunakan alat prasarana berupa dupa, kembang minyak apel jin, dan ikat kepala (udeng).
Dukun Pengganda Uang Tewas di Tangan Pelanggan
Kasus penipuan bermodus dukun sakti juga terjadi di Kabupaten Tangerang belum lama ini. Nahas, kasus penipuan itu berubah menjadi kasus pembunuhan terhadap sang dukun oleh pelanggannya.
W dan D gelap mata menghabisi nyawa T (62) di rumahnya sendiri di bilangan Desa Sukamanah, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, 21 Agustus 2021 sekira pukul 23.00 WIB.
Kedua orang itu mengakhiri hidup pria tua itu karena sakit hati ditipu korban yang dikenalnya sebagai seorang dukun.
Baca juga: Tega Korbankan Mata Anaknya Diduga Demi Pesugihan, Istri Petani Berteriak di RSJ: Tumbal-tumbal
"Mereka nekat menghabisi nyawa korban, karena sakit hati usai ditipu oleh pelaku dengan modus dapat menggandakan uang dalam waktu 24 jam," ujar Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro di Mapolresta Tangerang, Senin (13/9/2021).
Wahyu menjelaskan, pelaku sebenarnya berjumlah tiga orang. Namun, baru dua orang berhasil dibekuk. Sementara, satu roang lagi masih jadi buron alias masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).
Dipaparkannya, kasus pembunuhan itu bermula saat ketiga pelaku mendatangi korban di rumahnya.
Di sana, para pelaku tergiur akan kemampuan yang ditawarkan korban, dalam hal ini menggandakan uang.
Baca juga: Terungkap dari Laporan Artis GGS, Pencatut Nama Jokowi Habiskan Uang Penipuan untuk Traveling
Tertarik akan hal itu, membuat W dan D pun langsung menyerahkan sejumlah uang tunai. Harapannya mampu digandakan hingga miliaran rupiah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ilustrasi-dukun-atau-menyan_20180205_085758.jpg)