Tugu Sepatu Dibangun Era Anies, Pegiat Medsos Tunggu Tugu Kaos Kaki: Biar Enggak Lecet
Tugu Sepatu di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat nmenggegerkan warga ibu kota. Pegiat media sosial Eko Kuntadhi malah menunggu Tugu Kaos Kaki.
Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Yogi Jakarta
"Dengan sinergitas yang efektif antara pemerintah bersama dengan seluruh stakeholder pariwisata dan ekonomi kreatif di Jakarta, diharapkan para pelaku ekonomi kreatif di Jakarta bisa bangkit dan pulih lebih cepat," tambahnya menjelaskan.
Selain di kawasan Dukuh Atas, instalasi sepatu Xpresi dari Compass ini juga dipasang di Lapangan Banteng dan Alun-alun Velodrome.
Menurut rencana, tugu sepatu ini bakal dipasang di tiga titik itu hingga 26 September 2021 mendatang.
Gumilar menyebut, pembangunan instalasi ini merupakan inisiasi dari pelaku ekonomi kreatif yang bersifat non-budgeter APBD.
Artinya, pembangunanya tak sepeser pun menggunakan anggaran dari kas daerah.
"Pemprov DKI Jakarta memfasilitasi dengan menyediakan ruang publik yang bisa dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat Jakarta," kata Gumilar.
Baca juga: Tugu Sepatu di Kawasan Sudirman, Pemprov DKI: Bentuk Dukungan kepada Ekonomi Kreatif
Sebagai informasi, instalasi seni ini dilengkapi QR code yang dapat dipindai, sehingga masyarakat dapat membaca surat terbuka yang ditujukan kepada para pejuang kreatif.
Surat ini berisi ajakan kepada seluruh elemen, terutama para pelaku ekonomi kreatif untuk bisa melakukan pendekatan adaptasi, inovasi dan kolaborasi untuk dapat bertahan di masa sulit.
Instalasi yang hadir di Ibu Kota ini diharapkan dapat memotivasi masyarakat untuk membuat gerakan-gerakan kolaborasi yang lebih besar.
Dengan demikian diharapkan, Jakarta sebagai kota metropolitan bisa menjadi sebuah kanvas yang bisa dilukis oleh warganya untuk berekspresi, berkreasi, dan berinovasi.
Proyek Mempercantik Jakarta

Pemprov DKI Jakarta sempat membangun instalasi bambu Getih Getah di Bundaran Hotel Indonesia (HI) depan Monumen Selamat Datang, Jakarta Pusat.
Kini instalasi tersebut tinggal kenangan.
Tak ada lagi instalasi bambu yang berdiri kontras di tengah gedung-gedung modern.
Kini, hanya tersisa tanaman-tanaman hijau yang menghiasi sekitar bekas tempat bambu tersebut.