DBD Menghantui di Tengah Pandemi Covid-19, Dinas Kesehatan Kota Bekasi: Kasus Kematian 10 Orang

Di tengah situasi pandemi Covid-19, warga Kota Bekasi dihantui penyakit demam berdarah dengue (DBD), kasus kematian

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Aji
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Kadinkes Kota Bekasi Tanti Rohilawati di Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Di tengah situasi pandemi Covid-19, warga Kota Bekasi dihantui penyakit demam berdarah dengue (DBD), kasus kematian hingga Agustus 2021 mencapai 10 orang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi Tanti Rohilawati mengatakan, terdapat kerancauan di masyarakat dalam menyikapi DBD karena kesamaan gejala dengan Covid-19.

"Ada kesulitan karena kadang kadang masyarakat ini, samar antara kasus terkonfirmasi, dengan kasus DBD karena gejalanya hampir sama," kata Tanti, Selasa (21/9/2021).

Tanti menambahkan, masyarakat harus sigap ketika gejala-gejala seperti demam muncul dengan berbagai upaya seperti misalnya pemeriksaan swab antigen atau PCR.

"Ada demam yang muncul, tapi kembali lagi ada pemeriksaan penunjang yang akan menentukan ini DBD atau Covid-19," ucapnya.

Pihaknya akan terus memaksimalkan perangkat Puskesmas di wilayah untuk tetap wasapa, mensosialisasikan bahaya dan antusias DBD sambil tetap fokus penanganan Covid-19.

"Kita fokus pada vaksinasi (Covid), tapi meskipun begitu kita meminta para Kapuskes seKota Bekasi untuk terus memberikan informasi ke masyarakat terkait dengan kasus DBD tersebut," jelas dia.

Baca juga: Sepanjang 2021 DBD di Kota Bekasi Tercatat 1.554 Kasus, 10 Diantaranya Meninggal Dunia

Tanti mengatakan, di tengah situasi pandemi Covid-19, kasus DBD di Kota Bekasi terbilang cukup besar dalam beberapa bulan terakhir terutama di Mei 2021.

"Kasus DBD di Kota Bekasi terjadi peningkatan tapi, peningkatan ada di bulan Mei 2021, mencapai 471 kasus DBD. Jadi jumlah sampai Agustus 2021 itu 1.554, itu untuk kasus DBD," kata Tanti.

Sebagai rincian, pada Januari kasus DBB tercatat 29 orang, Februari 78 kasus, Maret 199 kasus, April 330 kasus, Maret 471 kasus, Juni 217 kasus, Juli 117 kasus dan Agustus 113 kasus.

Dari total kasus kumulatif tersebut, sebanyak 10 diantaranya meninggal dunia. Jumlah tersebut merupakan yang paling parah ketimbang periode 2019 dan 2020 di mana tidak ditemukan kasus kamatian akibat DBD.

Baca juga: Musim Hujan Sudah Tiba, Dinas Kesehatan Kota Tangerang Minta Warga Waspadai DBD

"Jadi tidak ada angka kematian di tahun 2019 dan 2020," ungkapnya.

Jika dibandingkan dengan 2019, kasus DBD di Kota Bekasi tercatat sebanyak 2.484 dan pada 2020 terdapat 1.648 kasus periode Januari hingga Desember.

Tanti mengimbau, masyarakat harus tetap waspada terhadap penularan DBD. Situasi pandemi Covid-19 tidak semestinya membuat masyarakat lalai akan kebersihan lingkungan.

"Ini juga harus di antisipasi dan saya menghimbau masyarakat untuk buang sampah pada tempatnya, kemudian lakukan 4M (Menutup, Menguras, Mengubur, Memantau)," jelasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved