Breaking News:

Ibu Ageng Meninggal, Mengenal Peran Penting Sang Suami Sarwo Edhie Wibowo Penumpas G30S PKI

Peran Sarwo Edhie Wibowo dalam menumpas Gerakan 30 September atau yang dikenal G30S PKI sangat besar. Suami Ibu Ageng serta mertua SBY.

Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Yogi Jakarta
istemiwa handout Tribunjambi/wikipedia
Sarwo Edhi Wibowo. Peran Sarwo Edhie Wibowo dalam menumpas Gerakan 30 September atau yang dikenal G30S/PKI sangat besar. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Peran Sarwo Edhie Wibowo dalam menumpas Gerakan 30 September atau yang dikenal G30S/PKI sangat besar.

Sarwo Edhie Wibowo merupakan mertua Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono.

Keluarga besar SBY sedang berduka atas wafatnya Sunarti Sri Hadiyah atau akrab disapa Ibu Ageng yang tak lain istri Sarwo Edhie Wibowo.

Ibu Ageng menghembuskan nafas terakhir pada usia 91 tahun pada Senin (20/9/2021) sore.

Sedangkan, Sarwo Edhie Wibowo meninggal pada 9 November 1989.

Majalah Hai sempat menurunkan artikel mengenai sosok Sarwo Edhie Wibowo saat menumpas pemberontakan Gerakan 30 September.

Baca juga: Takziyah ke Mertua SBY, Anies Baswedan Terkenang Dengar Kabar Duka Saat Kuliah di UGM

Sarwo Edhie Wibowo menjabat sebagai Komandan RPKAD (sekarang Kopasus) saat peristiwa G30S/PKI pada tahun 1965.

RPKAD merupakan pasukan yang berdiri paling depan dalam menumpas gerombolan komunis itu.

Pak Sarwo, begitu panggilan akrabnya masih ingat adegan peradegan ketika ia masih memimpin pasukan memberantas PKI.

Mertua Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Sunarti Sri Hadiyah
Mertua Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Sunarti Sri Hadiyah (Instagram Anies Baswedan)

Terutama peristiwa di hari 1 Oktober 1965.

Halaman
1234
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved