Sisi Lain Metropolitan

Cerita Slamet Pedagang Starling Saat Cicipi Segelas Kopi Starbuck Rp40 Ribu: Mending Duitnya Aja Pak

Pekerjaan yang dijalani Slamet (43) sehari-hari, akrab dipanggil Starling, plesetan dari Starbucks Keliling.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Wahyu Aji
Satrio Sarwo Trengginas / Tribun Jakarta
Slamet, pedagang starling di Kampung Starling, Senen, Jakarta Pusat pada Rabu (22/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, SENEN - Pekerjaan yang dijalani Slamet (43) sehari-hari, akrab dipanggil Starling, plesetan dari Starbucks Keliling.

Slamet mengayuh sepedanya berkeliling jalan raya demi menjajakan segelas kopi.

Menjemput bola ke kawasan yang ramai orang. 

Tak hanya sekadar plesetan, Slamet pernah mencoba segelas kopi di kafe Starbucks.

Kafe itu tak jauh dari tempatnya mangkal di sekitar Cikini, Jakarta Pusat. 

Suatu ketika, ia dihampiri kenalannya, seorang karyawan salah satu bank pemerintah di sana. Mereka akrab lantaran sama-sama perantau dari pulau Madura. 

"Ayok ikut. Kamu kan dagang kopi. Ayo ikut saya ke Starbucks," ujar Slamet menirukan omongan temannya itu saat ditemui TribunJakarta.com di Kampung Starling, Senen, Jakarta Pusat pada Rabu (23/9/2021).

Saat masuk ke dalam, Slamet disodorkan segelas cappucino.

Ia kaget lantaran harganya Rp 40 ribu.

Baca juga: Proyek Pembangunan Hingga Lokasi Demo Jadi Favorit Pedagang Starling Garap Pembeli

Soalnya, seumur-umur dagang kopi, ia belum pernah menjual dengan harga yang menurutnya tinggi.

Paling mahal segelas cappucino dijual Rp 5 ribu pakai es per gelas. Dihidangkan di gelas plastik. 

"Orang saya dagang kopi jualnya Rp 3 ribu pak. Mendingan duitnya aja," ceritanya.

Berhubung ditraktir, Slamet mencoba segelas cappuccino itu.  

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved