Lucunya Pengusaha Kena Tipu Minta Solusi ke Kang Dedi: Kecolongan Saya Pak, Tolong Lah

Ada hal lucu dari pengusaha cut and fill di proyek perumahan yang merasa kena tipu minta dicarikan solusi oleh Kang Dedi Mulyadi.

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Yogi Jakarta
Kang Dedi Mulyadi Channel
Pengusaha cut and fill yang merasa ditipu developer perumahan saat meminta tolong kepada Kang Dedi Mulyadi. 

Mendapat pertanyaan itu, sang pengusaha menjamin akan memberikan bagian kepada warga sekitar.

Hal itu justru membuat Kang Dedi geram lantaran pengusaha itu terkesan akan menyelesaikan semuanya dengan uang.

"Bukannya semua dibagi duit.

Kang Dedi Mulyadi sedang berdiskusi dengan pengusaha cut and fill perumahan yang mengaku ditipu pihak developer.
Kang Dedi Mulyadi sedang berdiskusi dengan pengusaha cut and fill perumahan yang mengaku ditipu pihak developer. (Kang Dedi Mulyadi Channel)

Yang baik itu orang berkeringat dapat duit," kata Kang Dedi.

Pasalnya, kata si pengusaha, praktik pungli dan premanisme berkedok minta iuran sudah menjadi hal lazim yang ditemuinya.

"Disini hampir semua dari yang kecil sampai yang tua," ujar dia.

Karenanya, Kang Dedi menyuruh pengusaha itu mengurus izin sesuai regulasi yang salah satu tujuannya agar terhindar dari praktik pemerasan.

"Kenapa saya turun kesini,

Karena kontraktor yang dulu jual keluar (tanah), ada premanisme minta 75 ribu per truk.

Baca juga: Lagi Motoran di Kaki Gunung, Kang Dedi Spontan Jatuhkan Diri Saat Lihat Alat Berat Belah Bukit

Makanya saya datang, gaboleh lagi orang hidup dari begini

Rp 75 ribu per truk cuma tidur doang tiap hari kan gaboleh," beber Kang Dedi.

Akui Tertipu

Sementara itu, pengusaha cut and fill itu mengaku dirinya measa ditipu oleh pihak developer perumahan tersebut.

Kang Dedi berdialog dengan pengusaha cut and fill yang mengaku ditipu developer perumahan.
Kang Dedi berdialog dengan pengusaha cut and fill yang mengaku ditipu developer perumahan. (Kang Dedi Mulyadi Channel)

Sebab, sampai sekarang uang kerjasama pun juga belum diterimanya.

"Dibilang tanah subur tahunya boncos

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved