Breaking News:

Antisipasi Corona di DKI

Muncul Klaster Covid-19, Wali Kota Jakarta Timur Imbau Orangtua Tidak Paksa Anak Ikuti PTM

Muhammad Anwar mengimbau para orangtua tidak memaksakan anaknya untuk mengikuti kegiatan pembelajaran tatap muka

Penulis: Bima Putra | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Bima Putra
Wali Kota Jakarta Timur Muhammad Anwar (batik) saat meninjau vaksinasi Covid-19 di GOR Balai Rakyat, Kramat Jati, Sabtu (25/9/2021) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Wali Kota Jakarta Timur Muhammad Anwar mengimbau para orangtua tidak memaksakan anaknya untuk mengikuti kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah.

Ini disampaikan menyusul temuan adanya klaster Covid-19 di dua sekolah selama kegiatan PTM terbatas yang dimulai sejak 30 Agustus 2021, yakni di Kecamatan Cakung dan Duren Sawit.

Baca juga: Viral Wanita di Tangerang Selatan Gendong Bayi Tubuhnya Dicat Jadi Silver, Begini kata Satpol PP

"Ketika anak kurang sehat jangan dipaksa untuk sekolah, karena masuk sekolah enggak ada paksaan. Keikhlasan orangtuanya, kalau anak itu mau daring silakan saja," kata Anwar di Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (25/9/2021).

Dia memaklumi bila banyak orangtua menginginkan anaknya mengikuti PTM terbatas di sekolah karena menilai pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring di rumah kurang efektif.

Na

Baca juga: Ada Temuan Kasus Aktif di SD, Wagub Ariza Dorong Vaksin Covid-19 Bagi Anak Usia di Bawah 12 Tahun

mun para orangtua diimbau memahami situasi pandemi Covid-19 yang hingga kini belum menunujukkan tanda segera berakhir, terlebih anak termasuk kelompok rentan terpapar Covid-19.

"Kita butuh pendidikan, tapi lebih butuh kesehatan dengan nyawa tadi. Ketika sudah meledak Covid-19 tinggi seperti bulan Juli lalu, kita bisa berbuat apa. Lebih sulit lagi," ujarnya.

Anwar menuturkan penerapan protokol kesehatan ketat di sekolah yang melaksanakan PTM terbatas perlu guna mencegah penularan Covid-19 meluas dan timbulnya klaster di sekolah.

Bila mendapati ada anak yang sakit saat mengikuti PTM terbatas, pengurus sekolah diminta langsung berkoordinasi dengan pihak Puskesmas setempat guna dilakukan pemeriksaan.

Baca juga: Bisa Daftar Langsung di Lokasi, Puskesmas Kecamatan Kramat Jati Siapkan 4 Jenis Vaksin Covid-19

"Saya harapkan semua sekolah langsung hubungi Puskesmas setempat. Pak Gubernur menyampaikan, kita butuh keuangan, ekonomi, kita butuh. Tapi kesehatan lebih penting, prioritas, nyawa," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved