Breaking News:

Sisi Lain Metropolitan

Semangat Tono, Petugas PPSU Penyandang Disabilitas: Bergelut dengan Sampah demi Jakarta Bersih

Meski sempat melewati cibiran di dalam kehidupan karena kondisi fisiknya, Tono tidak hilang asa

Satrio Sarwo Trengginas / Tribun Jakarta
Sosok Martono, Petugas PPSU Pondok Pinang yang menyandang tunadaksa pada Kamis (7/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN LAMA - Meski dikaruniai tubuh yang tak sempurna, Martono (47) tetap bersyukur. Keterbatasan fisik tak menjadi penghalangnya untuk bekerja keras dan mandiri.

Sebagai Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) yang menyandang tunadaksa, ia setiap hari berjibaku dengan sampah demi ibu kota yang bersih.

Tono memiliki kedua tangan yang tidak sempurna. Dua tangannya terlihat mengecil dan bengkok sejak lahir.

Rasanya agak sulit membayangkan ia bisa bekerja kasar dengan menggunakan kedua tangannya yang tak normal itu.

Namun, keraguan itu luntur ketika melihat langsung bagaimana Tono dengan sigap membantu mengangkat kursi dan memindahkan pot tanaman di Kantor Lurah Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, tempatnya bekerja.

Ia tak kehabisan akal ketika bekerja menggunakan tangannya yang cacat itu. Misalnya, Tono mengangkat kursi dengan cara lengannya menggamit tiang sandaran kursi.

Ia juga bisa mengangkat dahan pohon palm di tepi jalan raya dengan kedua tangannya yang dibantu badannya. Lalu dahan itu dimasukkan ke gerobak motor tanpa bantuan temannya. Padahal, apa yang diangkatnya memiliki beban yang berat.

Tugas Tono tak jauh berbeda dengan rekan-rekannya sesama Petugas PPSU Pondok Pinang. 

Baca juga: Lurah Pondok Pinang Bela PPSU yang Dikritik Nongkrong saat Kerja: Itu Tidak Benar

Di lapangan, ia bertugas menyapu, membersihkan gorong-gorong yang tersumbat hingga mengangkat sampah di jalan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved