Breaking News:

Nasib Brigadir NP yang Banting Mahasiswa di Tangerang, Ditahan Hingga Sanksi Berat Menanti

Sanksi berat menanti Brigadir NP yang membanting mahasiswa saat berunjuk rasa di Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang. Ia juga langsung ditahan.

TribunJakarta.com/Ega Alfreda
NP anggota Polresta Tangerang (kiri) meminta maaf kepada Fariz atas perbuatannya yang kasar saat pengamanan unjuk rasa di Kabupaten Tangerang, Rabu (13/10/2021) malam. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Sanksi berat menanti Brigadir NP yang membanting mahasiswa saat berunjuk rasa di Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang.

Brigadir NP juga langsung ditahan di ruang tahanan Ditpropam Polda Banten, Jumat (15/10/2021).

Kabid Humas Polda Banten, AKBP Shinto Bina Gunawan Silitonga mengungkapkan Brigadir NP menjalani pemeriksaan secara maraton sejak Rabu 13 Oktober 2021.

Selain diperiksa oleh Ditpropam Polda Banten, Brigadir NP juga menjalani pemeriksaan oleh Divisi Propam Mabes Polri.

"Sesuai perintah Kapolda Banten, pada Kamis 14 Oktober 2021. Maka penanganan dan pemeriksaan terhadap Brigadir NP sudah diambil alih oleh Ditpropam Polda Banten," ujar AKBP Shinto saat konferensi pers di Mapolda Banten, Jumat.

Baca juga: Dirawat di RS, Dokter Temukan Penyakit Lain di Tubuh Mahasiswa Tangerang yang Dibanting Polisi

Shinto menjelaskan Ditpropam Polda Banten memutuskan persangkaan berlapis kepada NP, sesuai dengan aturan internal kepolisian.

Keputusan itu berdasarkan hasil pekeriksaan terhadap Brigadir NP.

Sosok MFA, mahasiswa UIN Maulana Hasanudin dibanting polisi, Brigadir NP, saat aksi demo di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang pada Rabu (13/10).
Sosok MFA, mahasiswa UIN Maulana Hasanudin dibanting polisi, Brigadir NP, saat aksi demo di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang pada Rabu (13/10). (dok. Polresta Tangerang)

Dikatakan oleh Shinto, bahwa hal ini merupakan kesungguhan Polda Banten dalam menangani kasus tersebut.

Kemudian sanksi yang akan diberikan terhadap Brigadir NP, Ditpropam Polda Banten akan memberikan sanksi berat, yakni menjerat Brigadir NP dengan pasal berlapis.

Sangkaan berlapis itu, kata Shinto, yaitu NP bisa dijerat pasal berlapis dalam satu aturan internal atau bisa juga dengan aturan internal lainnya.

Baca juga: Brigadir NP Oknum Polisi yang Smackdown Mahasiswa jadi Tersangka dan Langsung Ditahan

Halaman
1234
Sumber: Tribun banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved