Viral di Medsos
Ketua DPRD DKI Akui Ditelpon Pihak Wanita yang Cekcok dengan Ibu Arteria Dahlan: Sama-sama Teman
Perseteruan antara anggota DPR RI dari Fraksi PDIP Arteria Dahlan dan seorang wanita muda viral. Nama Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi terseret
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Septiana
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Perseteruan antara anggota DPR RI dari Fraksi PDIP Arteria Dahlan dan seorang wanita muda viral di media sosial.
Video tersebut viral setelah diunggah Ahmad Sahroni (@ahmadsahroni88).
Nama Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi pun terseret-seret dalam Perseteruan ini.
Sebab, pihak wanita muda itu disebut-sebut langsung menelepon Prasetyo.
Hal ini pun dibenarkan oleh politisi PDIP yang sudah sejak 2014 lalu menjadi pimpinan DPRD DKI ini.
Baca juga: Arteria Dahlan VS Wanita Diduga Anak Jenderal, Saling Lapor ke Polresta Bandara Soekarno-Hatta
Ia menyebut, wanita itu menghubungi dirinya untuk dicarikan jalan damai.
"Karena mengetahui di partai yang sama jadinya menelepon. Makanya spontan saya menengahi kedua belah pihak, karena ini sama-sama teman nih," ucapnya, Senin (22/11/2021).

Setelah ditelepon wanita muda itu, Prasetyo mengaku langsung menghubungi Arteria Dahlan.
Ia pun mengaku sempat menyampaikan bahwa dirinya tidak memihak salah satu pihak.
Justru Prasetyo berharap, kedua pihak bisa menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan.
"Kita ini kan orang timur, harus menghormati orangtua. Orang timur juga mengedepankan kekeluargaan untuk menyelesaikan persoalan," ujarnya dalam keterangan tertulis.
"Ini harus dibicarakan dengan baik dan bisa saling memaafkan, saya berharap tuntas dengan baik," sambungnya.
Sebelumnya, Beredar video memperlihatkan ibu Arteri Dahlan dibentak oleh seorang wanita.
Baca juga: Ibu Arteria Dahlan Dimaki Wanita Mengaku Istri Jenderal TNI Bintang 3 di Bandara Soekarno-Hatta
Bahkan wanita tersebut tak segan membentak ibu dari Anggota Komisi III DPR di tempat umum dan disaksikan oleh banyak orang.