Breaking News:

Kemarin Debat Panas Sampai Viral, Kini Dedi Mulyadi dan Yudha Mahasiswa Ngopi Bareng: Artinya?

Usai beberapa hari lalu debat panas, kini Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi dan mahasiswa Yudha Dawami Abdas ngopi bareng.

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Yogi Jakarta
Kang Dedi Mulyadi Channel
Usai kemarin debat panas sampai Viral, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi kini ngopi barengan dengan Yudha, Mahasiswa viral yang mendebatnya. 

Yudha Buka Suara

Dalam kesempatan itu, Yudha juga buka suara terkait maksudnya memprotes Kang Dedi yang sedang membersihkan sampah.

Mahasiswa itu mengaku poin utama yang ingin disampaikannya kepada Kang Dedi belum terlaksana.

Dia justru lebih dulu banjir hujatan atas aksinya memprotes Kang Dedi.

Baca juga: Nasib Yudha Mahasiswa Viral Protes Dedi Mulyadi: Postingan Sudah Dihapus Tetap Jadi Sasaran Netizen

Namun Yudha mengakui usai viralnya perdebatannya dengan Kang Dedi, kini Purwakarta menjadi lebih bersih.

"Maksudnya hikmah yang diambil dar kegiatan ini, Purwakarta di beberapa wilayah lakukan kerja bakti.

Dan hari ini yang saya sampaikan sebetulnya belum tersampaikan terkait hal yang memang ingin saya sampaikan

Yang kemudian menjadi pembacaan publik yang tidak secara utuh," jelas Yudha.

Yudha kemudian menjelaskan maksud yang ingin disampaikannya.

Dedi Mulyadi berdebat dengan mahasiswa yang memprotesnya ketika dia sedang membersihkan sampah di Pasar Rebo, Purwakarta, Jawa Barat.
Dedi Mulyadi berdebat dengan mahasiswa yang memprotesnya ketika dia sedang membersihkan sampah di Pasar Rebo, Purwakarta, Jawa Barat. (Kang Dedi Mulyadi Channel)

"Kemudian hari ini saya ingin luruskan terkait hal itu.

Mungkin hari ini kemudian saya yang kemudian dibilang duta artinya oleh masyarakat luas terkait tentang kewenangan dan kapastias," ujar Yudha.

Yudha menuturkan, dirinya melakukan aksi protesnya kepada Kang Dedi tersebut hanya spontanitas untuk membela para pedagang.

"Karena saya merasakan betul kang ketika relokasi di Plered bagaimana 2013 lalu mendapatkan ekses terkait tentang pendapatan pencaharian yang tidak stabil karena relokasi itu.

Kemudian hari ini saya terangsang untuk melakukan gerakan spontanitas tersebut karena PKL yang memang hari ini perlu kita soroti bersama

Bagaimana PKL ini kita harus support karena mereka itu pencahariannya memang tidak pasti dan yang kemudian kita harus dukung terkait relokasi yang sudah akang lakukan," beber Yudha.

Mendengar pemaparan Yudha, Kang Dedi menyebut bahwa apa yang dirasakan PKL di Plered itu adalah dampak dari ego mereka yang termakan isu politik saat menolak tawarannya untuk direlokasi ke Pasar Citeko.

Baca juga: Yudha Kini Diangkat Netizen Jadi Duta Artinya: 30 Kali Ulang Kata Ini Saat Debat Dedi Mulyadi

Saat itu, kata Kang Dedi, saat dia merelokasi para PKL di Plered memang digoyang isu politik jelang Pilkada oleh lawan politiknya.

"Akhirnya setelah sekarang dunia politiknya reda, orang mengerti saya kan teman-teman juga sekarang kebingungan.

Dagang disitu melanggar, dagang di Pasar Citeko malu," kata Kang Dedi.

Kang Dedi menuturkan, saat ini dia sudah berkoordinasi dengan kepala Pasar Citeko untuk mempersiapkan ruko yang masih kosong untuk para PKL dari Plered berjualan di sana.

"Jadi semua orang harus bisa menata kehidupannya.

Kalau PKL dimana aja penempatannya orang gabakal banyak yang datang," papar Kang Dedi.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved