Mulai Dibangun, Polder Depan MAG Jadi Proyek Prioritas DKI untuk Bikin Kelapa Gading Bebas Banjir
Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta tengah membangun polder atau sistem penanganan banjir di ruas jalan depan Mal Artha Gading (MAG), Kelapa Gading.
Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Wahyu Septiana
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino
TRIBUNJAKARTA.COM, KELAPA GADING - Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta tengah membangun Polder atau sistem penanganan banjir di ruas jalan depan Mal Artha Gading (MAG), Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Pembangunan polder yang berimbas kepada rekayasa lalu lintas di Jalan Boulevard Artha Gading ini nyatanya merupakan proyek prioritas.
Kepala Seksi Pemeliharaan Drainase Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Utara Yursid Suryanegara mengatakan, pembangunan polder ini sebagai upaya penanganan banjir di wilayah Kecamatan Kelapa Gading.
"Jadi kegiatan ini merupakan program prioritas ya, dari Dinas SDA DKI untuk penanganan banjir di kawasan Kelapa Gading dan sekitarnya," kata Yusrid di lokasi, Kamis (25/11/2021).
Menurut Yusrid, pembangunan polder akan menyasar dua titik di Jalan Boulevard Artha Gading dengan luas sekitar 70 hektare.
Baca juga: Rekayasa Lalin Terkait Pembangunan Polder di Depan Mal Artha Gading Berlangsung Satu Tahun
Di bawah koordinasi Dinas SDA DKI Jakarta, pembangunan polder Artha Gading bekerjasama dengan PT Adhi Karya, PT Jaya Konstruksi, dan PT Lapi GTC.
Pengerjaannya meliputi pembangunan rumah pompa termasuk landscape, tanggul waduk, saluran penghubung dengan box culvert, serta pintu air.

Yusrid menjelaskan, rumah pompa yang akan dibangun misalnya di depan Mal Artha Gading serta di Kali Beutik.
Kekuatannya masing-masing 7 meter kubik dan diharapkan selesai dalam waktu lebih awal.
"Dengan adanya pompa yang terbangun ini, diharapkan nanti Artha Gading, Kelapa Gading, dan sekitarnya sudah bisa dibilang bebas banjir," kata Yusrid.
"Mungkin nanti sifatnya anti genangan, yang dalam 3-4 jam bisa clear," ucap dia.
Baca juga: Sempat Mau Diterobos Kawat Berduri Massa Buruh, Jalan Medan Merdeka Barat Kembali Dibuka
Rekayasa Lalin Terkait Pembangunan Polder
Dengan adanya pembangunan polder Artha Gading, petugas mesti menerapkan rekayasa lalu lintas selama setahun di Jalan Boulevard Artha Gading.
Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara Harlem Simanjuntak mengatakan, rekayasa lalu lintas dimulai hari ini hingga rampungnya proyek polder yang ditargetkan pada 3 Desember 2022 mendatang.
"Pengerjaannya sampe dengan Desember 2022. Supaya semua pengguna jalan bisa memahami betul, bisa cari alternatif lain untuk dia bisa melanjutkan perjalanan," kata Harlem di lokasi, Kamis siang.

Sementara ini, penutupan ruas jalan yang terdampak pembangunan proyek garapan Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta tersebut akan berlangsung 24 jam.
Pasalnya, sejumlah alat berat dipastikan akan keluar masuk area proyek pembangunan polder ini.
"Untuk saat ini masih 24 jam, karena masih permulaan. Karena alat berat juga kan akan masuk di lokasi ini, sehingga perlu penutupan yang kita lakukan sesuai dengan jam kerja mereka," ucap Harlem.
Dalam prosesnya, petugas memasang pembatas untuk menutup ruas Jalan Buolevard Artha Gading.
Karenanya, pengendara yang hendak melewati Jalan Boulevard Artha Gading menuju Jalan Yos Sudarso diarahkan ke kiri menuju Jalan Artha Gading Selatan.
"Kemudian belok kanan melintasi Jembatan Merah Artha Gading," kata Harlem.
Di sisi lain, kendaraan dari Jalan Artha Gading Selatan menuju Jalan Boulevard Artha Gading diarahkan menuju Jalan MOI Gate A menuju Jalan Boulevard Barat Raya, hingga kemudian ke Jalan Raya Gading Kirana.
Selain itu, kendaraan dari Jalan Boulevard Artha Gading yang hendak masuk tol Ir. Wiyoto Wiyono akan dialihkan masuk melalui Gerbang Tol Cempaka Putih.
"Jadi tidak ke Gerbang Tol Podomoro, tapi melalui Jalan Artha Gading Selatan, kemudian belok kanan melintasi Jembatan Merah Artha Gading lalu belok kiri menuju Jalan Yos Sudarso ke arah Jalan Ahmad Yani," jelas Harlem.
Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara mengerahkan 15 petugas setiap harinya dalam proses penutupan ruas jalan ini.
• 3 Maling Motor di Kelapa Gading Pakai Uang Hasil Kejahatan untuk Beli Narkoba hingga Burung Kicau
Tapi, Sudinhub tidak bekerja sendiri dalam keberlangsungan rekayasa lalu lintas ini, melainkan bekerjasama dengan stakeholder lain, terutama Satuan Lalu Lintas Wilayah Jakarta Utara.
Kasat Lantas Wilayah Jakarta Utara Kompol Gusti Sunawa memastikan, pihaknya turut terlibat dalam mengatur dan mengimbau pengendara untuk bisa mengambil jalur alternatif dan tetap mematuhi tata tertib.
"Kami mengerahkan 15 personel setiap harinya untuk sama-sama terlibat, berkoordinasi terkait rekayasa lalu lintas ini," kata Gusti.
"Harapan kami pengendara dapat mengerti terkait rekayasa lalu lintas ini dan tetap mematuhi aturan-aturan selama berkendara," sambung Gusti.