Breaking News:

Libur Nataru, Wali Kota Bakal Tutup Sementara Alun-alun Bekasi dan Larang Pesta Kembang Api

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menerbitkan surat edaran (SE) tentang pencegahan penularan Covid-19 saat libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru)

TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Progres Pembangunan Alun-alun Kota Bekasi di Jalan Veteran, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Kamis (14/10/2021). Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menerbitkan surat edaran (SE) tentang pencegahan penularan Covid-19 saat libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menerbitkan surat edaran (SE) tentang pencegahan penularan Covid-19 saat libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru).

Surat bernomor 443.1/1857/SET.COVID-19, diterbitkan tanggal 24 November 2021 berisi tentang aturan kegiatan selama libur Nataru di Kota Bekasi.

Untuk menghindari kerumunan, surat edaran mengatur tentang penutupan seluruh alun-alun Kota Bekasi periode 31 Desember 2021 - 1 Januari 2022.

"Mencegah dan mengatasi aktivitas berkumpu atau kerumunan massa di tempat fasilitas umum, fasilitas hiburan," kata Rahmat, Jumat (6/11/2021).

Dia menambahkan, perayaan tahun baru diselenggarakan secara sederhana dengan cara berkumpul di rumah masing-masing tanpa melakukan perjalanan.

"Perayaan Tahun Baru 2022 sedapat mungkin tinggal di rumah berkumpul bersama keluarga, menghindari kerumunan dan perjalanan, serta melakukan kegiatan di lingkungan masing-masing yang tidak berpotensi menimbulkan kerumunan," jelasnya.

Baca juga: Gubernur Anies Siapkan Aturan Tambahan Pengetatan Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Masyarakat juga diimbau agar melakukan antisipasi, menghadapi potensi benca alam di tengah musim penghujan seperti misalnya banjir.

"Sambil melakukan antisipasi menyiapkan diri dan lingkungan dalam menghadapi potensi bencana Hidrometeorologi, seperti baniir dan longsor sesuai dengan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)," ucapnya.

Kegiatan pawai, arak-arak hingga pesta kembang api dilarang dilakukan baik perorangan atau instasi serta pelaku usaha di tempat hiburan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved