Incar Ponsel, Begal Berstatus Residivis di Depok Sasar Korban yang Sedang Asik Nongkrong

Polsek Bojonggede mengamankan residivis begal berinisial SL (40) yang mengincar handphone korbannya pada Minggu (12/12/2021).

TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Pelaku saat digiring di Polres Metro Depok, Rabu (15/12/2021). Aparat Polsek Bojonggede mengamankan residivis begal berinisial SL (40) yang mengincar handphone korbannya pada Minggu (12/12/2021) di kawasan Ruko Graha Kartika, Bojongggede, Kabupaten Bogor. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Aparat Polsek Bojonggede mengamankan residivis begal berinisial SL (40) yang mengincar handphone korbannya pada Minggu (12/12/2021) di kawasan Ruko Graha Kartika, Bojongggede, Kabupaten Bogor.

Wakil Kepala Satuan Reskrim Polres Metro Depok, Kompol Rudi Ardiana, mengatakan, peristiwa ini bermula ketika korban bernama Refi Rudian dan Syukrilah tengah asik nongkrong di lokasi kejadian.

Tiba-tiba, pelaku langsung mendatangi korban dan merebut handphone yang tengah dimainkan olehnya.

“Awalnya si korban sedang nongkrong ramai-ramai, lalu pelaku datang melihat korban sedang menggunakan handphone. Si pelaku langsung mengambil dan terjadi perebutan handphone tersebut. Setelah diambil kemudian pelaku melarikan diri,” ujar Rudi saat memimpin ungkap kasusnya di Polres Metro Depok, Pancoran Mas, Rabu (15/12/2021).

Korban pun berteriak maling hingga memancing perhatian warga sekitar, dan berusaha mengejar pelakunya.

Baca juga: Transjakarta Tabrak Pejalan Kaki di Pasar Minggu, Alasan Sopir Dinyatakan Tak Bersalah

“Pelaku diteriaki maling dan disini ada saksi yang melihat kemudian menghalangi jalan larinya si pelaku. Pelaku dipukul, dilumpuhkan, lalu tangan saksi yang membantu itu robek terkena sabetan pisau oleh si pelaku ini,” katanya.

Hasil pemeriksaan, Rudi mengatakan pelaku berstatus residivis dan pernah melakukan hal serupa di daerah Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Baca juga: Pemuda 17 Tahun di Cakung Babak Belur karena Begal Handphone Warga

“Pelaku yang diamankan ini residivis. Pernah satu kali melakukan hal yang sama di daerah Pasar Minggu,” bebernya.

Rudi berujar pelaku dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman kurungan penjara lebih dari lima tahun lamanya.

“Terhadap pelaku kami kenakan dua pasal. Pertama, Pasal 365 KUHP pencurian dengan kekerasan dengan ancaman paling lama sembilan tahun dan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman paling lama dua tahun delapan bulan,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved