Antisipasi Virus Corona di DKI

Rusun Nagrak Disiapkan Jadi Tempat Karantina Pasien Covid-19, Wagub DKI: Semua Sudah Disediakan

Pemprov DKI memastikan kesiapan tempat-tempat karantina pasien Covid-19, termasuk di Rusun Nagrak, Jakarta Utara.

Dok UPAS DKI Jakarta
Armada bus sekolah yang disiapkan bagi pasien covid yang sembuh dari Rusun Nagrak ke Puskesmas Kecamatan yang ada di DKI Jakarta, Selasa (29/6/2021) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI memastikan kesiapan tempat-tempat karantina pasien Covid-19, termasuk di Rusun Nagrak, Jakarta Utara.

Setelah Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet diisolasi akibat temuan varian Omicron, Rusun Nagrak menjadi rujukan karantina.

Adapun kesiapannya terus dipastikan oleh Pemprov DKI dan terus berproses.

"Semua dalam proses ya. Kita pastikan semua persiapan tempat-tempat karantina, seperti sebelumnya, kita juga menyiapkan rumah sakit, berbagai fasilitasnya, tenaga kesehatan, tempat tidur, ruang ICU, obat-obatan, vitamin, tempat karantina juga semua sudah disediakan," kata Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI, Senin (20/12/2021).

Politisi Gerindra ini pun meminta warga Jakarta tak larut dalam euforia dan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Baca juga: Tak Lagi Terima Pasien Covid-19, Rusun Nagrak dan Rusun Pasar Rumput Dikosongkan, Ini Alasannya

"Nnti kita akan laksanakan apapun yang menjadi kebijakan pemerintah pusat, satgas pusat terkait dengan Omicorn. Kita tahu Omicron dalam 3 hari terakhir meningkat 2 kali lipat di 89 negara di dunia ini, tidak terkecuali di indonesia. Maka dari itu kami mengajak semuanya untuk hati-hati, waspada, jangan kendor, jangan euforia, jangan anggap enteng. Mari kita laksanakan protokol kesehatan secara baik," imbunya.

Sebagai informasi, dilansir dari Kompas.com, Pemerintah membuka Rusun Nagrak, Jakarta Utara sebagai tempat karantina terpusat usai pemerintah mengisolasi Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet akibat temuan varian Omicron.

Rusun Nagrak di Kelurahan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, yang menjadi tempat isolasi mandiri pasien Covid-19.
 
Rusun Nagrak di Kelurahan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, yang menjadi tempat isolasi mandiri pasien Covid-19.   (TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO)

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letnan Jenderal Suharyanto menuturkan, Rusun Nagrak menjadi tempat karantina terpusat sekaligus tempat karantina cadangan bagi migran, pelajar, dan aparatur sipil negara (ASN).

"Rusun Nagrak memiliki kapasitas lebih dari 4.000 tempat tidur. Dua hari lalu, saya sudah mengecek kesiapannya," ujar Suharyanto, dalam keterangan tertulis, Jumat (17/12/2021).

Karena jumlah tenaga kesehatan di RSDC Wisma Atlet Kemayoran terbatas dan akan segera diberlakukan isolasi area Wisma Atlet, tenaga kesehatan untuk yang bekerja di karantina Rusun Nagrak akan didukung oleh sumber daya manusia dari Dinas Kesehatan Jakarta.

Adapun pemerintah memutuskan mengisolasi RSDC Wisma Atlet Kemayoran selama tujuh hari ke depan.

Baca juga: Dimodif Jadi Ambulans, Mobil Dinas Kelurahan Rorotan Antar Warga Positif Covid-19 ke Rusun Nagrak

Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi dini untuk mencegah penularan varian Omicron pada level komunitas.

Keputusan ini diambil berdasarkan rapat koordinasi dengan Menko Marinvest, Menteri Kesehatan, TNI, dan Satgas Penanganan Covid-19, yang dilanjutkan dengan rapat teknis dengan kementerian lembaga terkait hari ini.

"Perkembangan situasi terakhir menjadikan pemerintah harus bertindak cepat mencegah terjadinya transmisi lokal virus Varian Omicron. Isolasi RSDC adalah langkah yang diharapkan efektif untuk tujuan tersebut," terang mantan Pangdam Brawijaya tersebut.

Suharyanto juga meminta bagi pasien yang sudah selesai masa karantina di Tower 4 RSDC Wisma Atlet selama 14 hari ke belakang, untuk terus memantau kondisi kesehatan.

Tenaga kesehatan yang bertugas di Rumah Sakit Darurat Covid-19 atau RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta.
Tenaga kesehatan yang bertugas di Rumah Sakit Darurat Covid-19 atau RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. (HandOut/Istimewa)

Apabila terjadi gejala segera, ia meminta agar segera melapor kepada Puskesmas di wilayahnya.

"Saya mengimbau agar masyarakat tidak panik, tetapi tetap waspada dengan memperketat protokol kesehatan, segera melakukan vaksinasi, dan menghadapi Natal dan Tahun Baru dengan mengurangi mobilitas," imbuh perwira tinggi TNI AD itu.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved