Survei Terbaru Calon Gubernur DKI Jakarta: Risma Ungguli Anies, Ariza Berusaha Mengejar

Risma berhasil menjadi yang teratas mengungguli tiga nama untuk menjadi calon gubernur DKI Jakarta, dari hasil temuan survei yang dilakukan JRC.

Editor: Wahyu Septiana
Kompas.com/YouTube.com via Tribunnews.com
Menteri Sosial Tri Rismaharini dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan - Risma berhasil menjadi yang teratas mengungguli tiga nama untuk menjadi calon gubernur DKI Jakarta, dari hasil temuan survei yang dilakukan Jakarta Research Center (JRC). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Nama Menteri Sosial Tri Rismaharini atau Risma berhasil menjadi yang teratas mengungguli tiga nama untuk menjadi calon gubernur DKI Jakarta, dari hasil temuan survei yang dilakukan Jakarta Research Center (JRC).

Risma masih tetap unggul dengan elektabilitas 36,3 persen, dan cenderung stabil sepanjang tahun 2021.

Pada posisi berikutnya gubernur petahana Anies Baswedan meraih elektabilitas 25,5 persen.

Posisi ketiga tetap diduduki Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, dengan elektabilitas bergerak naik, kini mencapai 14,0 persen.

“Risma unggul dalam bursa calon Gubernur DKI Jakarta, sedangkan Ariza semakin mengejar Anies,” kata Direktur Komunikasi JRC Alfian P di Jakarta pada Rabu (22/12/2021).

Berkebalikan dengan Ariza, elektabilitas Anies trennya terus mengalami penurunan.

Baca juga: Survei Terbaru JRC: PDIP-PSI Unggul di DKI Jakarta, Elektabilitas 2 Parpol Capai 40 Persen

Menurut Alfian, turunnya elektabilitas Anies di DKI Jakarta menjadi ironis.

Selama ini Anies kerap digadang-gadang sebagai calon presiden dengan elektabilitas yang tinggi pada tingkat nasional.

Temuan survei yang dilakukan Jakarta Research Center (JRC) menunjukkan tiga nama bersaing untuk menjadi calon gubernur DKI Jakarta.
Temuan survei yang dilakukan Jakarta Research Center (JRC) menunjukkan tiga nama bersaing untuk menjadi calon gubernur DKI Jakarta. (Dok JRC)

Tetapi di DKI Jakarta yang menjadi daerahnya sendiri, elektabilitas Anies justru merosot.

Masa jabatan Anies akan berakhir tahun depan, sedangkan Pilkada DKI Jakarta baru akan digelar pada 2024.

“Pilihan Anies untuk maju ke Pilpres ataupun periode kedua di DKI Jakarta harus melalui jeda selama 1-2 tahun, di mana Anies tidak memegang jabatan apa-apa,” jelas Alfian.

Tokoh-tokoh lain yang diunggulkan sebagai capres juga masih moncer dalam bursa cagub DKI Jakarta.

Baca juga: Polemik Sumur Resapan, Kepuasan Publik Terhadap Anies Baswedan Malah Amblas

Sebut saja, Sandiaga Uno (5,0 persen) dan Agus Harimurti Yudhoyono (4,4 persen).

“Keduanya memiliki rekam jejak pernah berlaga pada Pilkada DKI Jakarta 2017 silam,” lanjut Alfian.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved