Modus Pijat Perut untuk Obati Sakit, Tangan Biadab Mantan Ketua RT di Bekasi Bikin Ibu 2 Anak Teriak

Mengaku bisa menyembuhkan sakit lambung, mantan ketua RT di Jatimelati justru bikin ibu dua anak tetangganya sendiri SA (40) berteriak.

Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Yogi Jakarta
SRIPOKU
Ilustrasi memijat. 

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Mengaku bisa menyembuhkan sakit lambung, mantan ketua RT di Jatimelati, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi berinisial S (47) justru bikin ibu dua anak tetangganya sendiri SA (40) berteriak.

S kini telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pencabulan terhadap SA.

TONTON JUGA

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Polisi Aloysius Suprijadi mengatakan, kasus pencabulan ini pertama kali dilakukan S kepada SA pada 27 September 2021 lalu. 

SA saat itu bercerita sakit lambung dan pelaku menawarkan untuk pijat untuk menghilangkan rasa sakit tersebut. 

"Pelaku mengaku bisa menyembuhkan penyakit yang diderita korban, lalu meminta korban tidur di sofa untuk dipijat di bagian perut," kata Aloysius, Kamis (23/12/2021). 

Baca juga: Kelakuan Ketua RT di Utan Kayu Minta Sabu Gratis ke Warga yang jadi Bandar

Saat hendak memijat bagian perut korban, pelaku tiba-tiba mencium kening dan bibir korban.

Sontak kejadian itu langsung ditolak SA, ia berteriak meminta pelaku menghentikan aksi jahatnya. 

Bukannya berhenti, pelaku justru makin terangsang.

Dia terus memaksa korban dan mengarahkan tangan SA untuk memegang alat vital pelaku. 

"Pelaku terus memaksa korban walaupun sudah berusaha melawan," jelas Aloysius. 

Mantan Ketua RT berinsial S (47) yang ditetapkan tersangka kasus pencabulan di Polres Metro Bekasi Kota, Kamis (23/12/2021).
Mantan Ketua RT berinsial S (47) yang ditetapkan tersangka kasus pencabulan di Polres Metro Bekasi Kota, Kamis (23/12/2021). (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)

Baca juga: Kakek 71 Tahun Cabuli Anak Tetangga Hingga Hamil, Aksi Bejat di Rumah Korban dan Mengaku Pacaran

Korban SA sempat menahan diri untuk melapor ke polisi setelah kejadian tersebut.

Namun, SA kaget setelah mengetahui ternyata pelaku juga melakukan perbuatan serupa kepada kedua putrinya, yakni BA (17) dan KM (10).

"Pelaku juga melakukan hal tersebut ke anak-anak korban. Jadi, setelah kejadian ibunya baru anak-anak korban berani bercerita," ungkap Aloysius. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved