Cerita Kriminal

Jadi Pemurung dan Ketakutan, Bocah 11 Tahun Korban Kekerasan Seksual di Bekasi Alami Trauma 

Korban sebelumnya merupakan anak yang supel dan kerap bergaul dengan teman sebaya.

Ahmad Zaimul Haq/Surya
Ilustrasi 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar 

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - S, bocah 11 tahun korban kekerasan seksual berupa pencabulan oleh tetangga di Kota Bekasi, mengalami trauma. 

FN, salah satu kerabat korban sekaligus pendamping ibu korban mengatakan, S saat ini tinggal bersama neneknya lantaran takut pulang ke rumah. 

"Dia takut, enggak mau (kediamannya) lagi, mau pindah sekolah aja, enggak mau di situ lagi katanya," kata FN. 

Baca juga: Awas Jangan Ngadu Ancaman Penjaga Warung ke Bocah Korban Pencabulan, Disogok Kepiting dan Kerang

Baca juga: Polisi Cueki Laporan dan Suruh Tangkap Sendiri, Pelaku Pencabulan Anak di Bekasi Nyaris Kabur 

S kata dia, menjadi pribadi yang pemurung usai kejadian yang menimpanya. Korban sebelumnya merupakan anak yang supel dan kerap bergaul dengan teman sebaya. 

"Jadi pendiam, yang biasanya mau bergaul malah menyendiri sekarang," terangnya. 

Tidak hanya itu, S juga menunjukkan gelagat  takut acap kali bertemu dengan sosok laki-laki. Bahkan dengan saudaranya saja dia merasa tidak nyaman bersosialisasi. 

Baca juga: Staf Kapolri Video Call Keluarga Korban Pencabulan yang Tangkap Sendiri Pelaku, Ini Pembicaraannya

"Masih takut-takut, ketemu sama saudaranya sendiri aja yang cowok nggak mau, jadi kaya takut ngeliat laki-laki gitu, ada saudara sendiri yang biasanya main bareng ini enggak, malah menyendiri," terangnya. 

Upaya pendampingan psikolog sudah dilakukan, pihak keluarga juga berusaha untuk lebih mendekatkan diri ke S secara emosional agar dia segera pulih. 

"Sudah (ada pendamping psikolog), (sekarang keluarga) lebih memahami keinginan anak seperti apa dan lebih melakukan pendekatan secara emosional," paparnya. 

A (35), tersangka kasus pencabulan anak berusia 11 berinsial S di Bekasi saat diamankan di Polres Metro Bekasi Kota, Kamis (23/12/2021).
A (35), tersangka kasus pencabulan anak berusia 11 berinsial S di Bekasi saat diamankan di Polres Metro Bekasi Kota, Kamis (23/12/2021). (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)

S, 11 tahun, mendapat kekerasan seksual dari tersangka A (35), yang menjadi penjaga warung di dekat lingkungan tempat tinggal korban.

Baca juga: Modus Kekerasan Seksual di Sekolah selama 2021, KPAI: Iming-Imingi Nilai Tinggi hingga Terapi Ini

Modus yang dilakukan A yakni, mengiming-imingi korban ditraktir makan kepiting dan kerang atau diberikan uang Rp2000 agar main di warungnya. 

Hingga suatu ketika, S bercerita ke orang tuanya bahwa A kerap melakukan tindakan cabul terhadapnya. 

Pengakuan itu langsung direspon cepat orangtua, ia melapor ke Polres Metro Bekasi Kota pada Selasa 21 Desember 2021. 

Baca juga: Akal Bulus Pemuda 19 Tahun Ajak Bocah SD Pacaran, Korban Dibuang Menghilang Lalu Dijadikan PSK

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved