Awal Tahun 2022, Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Deportasi 5 WNA karena Penyalahgunaan Paspor

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Bandara Soekarno-Hatta melakukan deportasi kepada lima warga negara asing (WNA) yang hendak masuk ke Indonesia.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta melaksanakan test swab massal ke seluruh pegawai untuk antisipasi terpaparnya Covid-19 varian Omicron, Rabu (19/1/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Bandara Soekarno-Hatta melakukan deportasi kepada lima warga negara asing (WNA) yang hendak masuk ke Indonesia.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Bandara Soekarno-Hatta, Romi Yudianto mengatakan, kelima orang tersebut datang datang dari benua Eropa.

"Lima WNA yang dideportasi ini berasal dari empat negara berbeda, yakni Inggris dua orang, Jerman, Australia, dan Brasil masing-masing satu orang," ujar Tomi kepada TribunJakarta.com, Rabu (19/1/2022).

Pihak Imigrasi juga menolak 63 orang WNA masuk ke Indonesia selama periode 1-16 Januari 2022.

Romi menjelaskan jenis pelanggaran yang dilakukan 5 WNA tersebut seperti melakukan penyalahgunaan izin tinggal.

Baca juga: WNA Somalia Hamil Tua Ditolak Masuk Indonesia, Ini Kata Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta

Seperti telah overstay atau tinggal melebihi masa yang diberikan pihaknya

"Empat WNA itu terbukti melakukan penyalahgunaan izin tinggal berupa overstay. Satu WNA lainnya memiliki paspor ganda," papar Romi.

Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta melaksanakan test swab massal ke seluruh pegawai untuk antisipasi terpaparnya Covid-19 varian Omicron, Rabu (19/1/2022).
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta melaksanakan test swab massal ke seluruh pegawai untuk antisipasi terpaparnya Covid-19 varian Omicron, Rabu (19/1/2022). (TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA)

Ia menambahkan, terkait WNA yang ditolak masuk merupakan bentuk penerapan selective policy di tengah masa pandemi Covid-19.

Tujuannya untuk mencegah imported case yang berpotensi dibawa oleh orang asing.

Orang asing yang ditolak ke wilayah Indonesia berasal dari 25 negara.

"Lima negara yang paling banyak ditolak masuk, yakni Inggris (10 WNA), Perancis (7 WNA), Nigeria (6 WNA), Bangladesh (6 WNA) dan Filipina (4 WNA)," jelas Romi.

Baca juga: Imbas Pandemi Covid-19 Tahun 2021, WNA Pelanggar Visa Kedaluwarsa di Tangerang Melonjak

"Kami juga memastikan mereka yang masuk wilayah Indonesia adalah WNA yang membawa manfaat sesuai amanat Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian," tambahnya.

Romi menuturkan sebanyak 21 kasus penolakan didasarkan atas Surat Edaran Ditjen Imigrasi terkait pembatasan sementara WNA yang pernah tinggal dan atau mengunjungi beberapa negara tertentu selama 14 hari terakhir.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved