Kisah Santri Cilik yang Memilukan, Tubuh dan Mimpi Mulianya Hangus Terbakar Amukan Api di Pesantren
Sebelum peristiwa maut itu terjadi, Moreno Aditya (10) punya mimpi yang sangat mulia sejak kecil.
Suasana duka menyelimuti kediaman Satria, salah satu santri yang tewas di Kampung Hegarmanah, Desa Purwadadi Barat, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang.
Mewakili keluarga korban, Yayan Suryano mengungkapkan keluarga telah ikhlas atas musibah yang menerpa salah satu keluarga tersebut.
"Terimakasih atas doanya, jenazah tiba di rumah duka tadi Subuh, diantar dari RSUD Karawang," ucap Yayan di Subang, Selasa (22/2/2022).

Dalam kesempatan itu juga dia memohon doa, agar keluarga yang ditinggalkan bisa senantiasa dibesarkan hati, sabar, serta tawakal.
"Juga mohon dia semoga segala iman Islam almarhum bisa diterima di sisi-Nya," katanya.
Baca juga: Kebakaran Maut di Ponpes Miftahul Khoirot, 6 Santri Hafiz Quran Ditemukan Tewas Terbakar
Sementara itu, Camat Purwadadi Dadang Darmawan mengatakan, delapan korban kejadian kebakaran ponpes di Karawang, ada warganya yang menjadi korban atas nama Arif Satria. Sebelumnya ia terdata sebagai warga Cikampek Karawang.
"Korban akan di makamkan hari ini di TPU Purwadadi," kata Dadang.
Air mata menetes
Warga sekitar, M Gojali turut menyaksikan sisa-sisa amukan api yang melumat lantai dua pesantren.
Ia mengetahui peristiwa tragis itu dari grup Whatsapp.
Karena mengetahui bangunan yang terbakar itu pesantren dekat rumahnya, Gojali bergegas ke lokasi dari daerah Lamaran.

"Saya lihat di grup WA, saya langsung ke lokasi," kata Gojali kepada Tribun Jabar.
Gojali memang terbiasa menjadi relawan kemanusiaan.
Baca juga: Ponpes Miftahul Khoirot Karawang Kebakaran, 6 Santri Penghafal Quran Tak Tertolong
Setelah ke lokasi, api yang membakar kamar santri sudah padam, hanya tersisa puing-puing dan mayat santri yang belum dievakuasi.
Ia mengatakan, dirinya kemudian langsung ikut untuk melakukan evakuasi delapan mayat santri di dalam kamar.