Kisah Santri Cilik yang Memilukan, Tubuh dan Mimpi Mulianya Hangus Terbakar Amukan Api di Pesantren
Sebelum peristiwa maut itu terjadi, Moreno Aditya (10) punya mimpi yang sangat mulia sejak kecil.
Di dalam kamar santri itu, tiba-tiba dia menitikkan air mata.
Baca juga: Bersiap Hadapi Bonus Demografi 2030, DMI Dorong Santri Menjadi Ahli Ekonomi dan Sosial
Ia diliputi perasaan sedih ketika melihat kondisi santri yang terbakar di sana.
" Saya meneteskan air mata, saya melihat mereka seperti anak sendiri. Karena memang saya dekat juga dengan keluarga pesantren di sini," katanya.
Sebelumnya diberitakan, kebakaran itu terjadi pada Senin (22/2/2022).
Baca juga: Setiap Santri Korban Ustaz Herry Wirawan Punya Kisah Mengerikan, Emosi Meledak hingga Ogah Urus Bayi
Api muncul dari lantai dua dan cepat merambat lalu seketika menjalar ke bangunan lainnya.
Api dengan mudah menjalar lantaran bangunan pesantren terbuat dari kayu.
Petaka itu pertama kali diduga berasal dari sebuah kipas angin di kamar.

Percikan api yang muncul dari kipas angin seketika mengenai kasur.
Saat itu, para santri sedang beristirahat di kamar.
"Dugaan awal masih di dalami, kita sudah melakukan olah TKP, langkah-langkah kita saat awal kejadian Muspika Cilamaya berkoordinasi pihak damkar BPBD Stakeholder terkait membantu dan menolong kejadian di lapangan," kata Kapolres Karawang AKBP Aldi Suhartono pada Senin (21/2/2022).
Santri yang terbangun kemudian berhamburan turun dari lantai dua di tengah kobaran api.
Namun, ada 8 santri tak bisa melewati kobaran api yang kian membesar.
Mereka kemudian mencoba untuk keluar dari jendela kamar.
Namun, upayanya sia-sia lantaran jendela itu berteralis.
Mereka terjebak di dalam kamar.
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Alif Santri Usia 12 tahun asal Subang Korban Kebakaran di Karawang Dimakamkan Hari ini,
dan
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Salah Satu Santri Tewas dalam Kebakaran Masuk Pesantren Sejak Lulus PAUD, Cita-citanya Hafidz Alquran"