Ada Peran Istri, Ini Kisah di Balik Pisau Dapur yang Lindungi Amaq Sinta dari Aksi Beringas Begal

Pisau dapur yang dibawa Amaq Sinta (34) untuk menghabisi dua begal sadis di Lombok Tengah ternyata menyimpan kisah. Ada peran istri.

Penulis: Siti Nawiroh | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Kompas/FITRI R
AS (34) saat diwawancara di kampungnya Dusun Matek Maling, Desa Ganti, Lombok tengah, Kamis (14/4)2022).Pisau dapur yang dibawa Amaq Sinta (34) untuk menghabisi dua begal sadis ternyata menyimpan kisah. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pisau dapur yang dibawa Amaq Sinta (34) untuk menghabisi dua begal sadis ternyata menyimpan kisah.

Pisau itu melindungi Amaq Sinta saat dirinya menghadapi begal bersenjata tajam yang mengadangnya di jalan.

Ternyata, ada peran istri yang membuat Amaq Sinta membawa pisau dapur saat mengantarkan makanan bagi keluarga yang menjaga ibunya yang tengah menjalani perawatan di rumah sakit.

Bak firasat istri, sebelum berangkat, Amaq rupanya sudah dipesani untuk membawa pisau dapur.

Kalau saja sang istri tak menyuruhnya membawa pisau malam itu, mungkin beda cerita yang akan dialami Sinta.

Sinta, warga Dusun Matek Maling, Desa Ganti, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah selamat dari ancaman empat orang pria yang menghadangnya tengah malam, Minggu (10/4/2022).

Empat pria yang merupakan begal itu menyerempet motor Sinta yang tengah menuju rumah sakit di Lombok Timur.

Malam itu, Sinta membawa makanan dan air hangat untuk keluarga yang tengah menjaga ibunya yang sakit di rumah sakit.

Baca juga: Viral Korban Begal Jadi Tersangka: Mulanya Sinta Lawan 4 Begal, 2 Tewas, 2 Lainnya Lari Kocar Kacir

Sinta lalu membawa pisau dapur seperti yang dipesankan istrinya untuk berjaga-jaga.

"Jalannya memang gelap, istrisaya menyuruh saya bawa pisau dapur untuk berjaga-jaga, saya bawa," kata Sinta dikutip TribunJakarta.com dari Kompas.com, Kamis (14/4/2022).

Peristiwa mencekam terjadi di Jalan Raya Desa Ganti, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah tepat pukul 12 malam.

(KIRI) Polisi saat merilis kasus pembunuhan 2 begal di Lombok Tengah dan (KANAN) Korban begal Murtade alias Amaq Sinta (34) yang kini jadi tersangka pembunuhan.
(KIRI) Polisi saat merilis kasus pembunuhan 2 begal di Lombok Tengah dan (KANAN) Korban begal Murtade alias Amaq Sinta (34) yang kini jadi tersangka pembunuhan. (Kolase Tribunnews.com: Dok.Humas Polda NTB dan TribunLombok.com/Istimewa)

Di perjalanan yang sepi dan gelap, Sinta diikuti oleh empat orang dengan niat jahat.

Makin lama, Sinta makin didekati. Motor Sinta diserempat hingga buatnya tak bisa menghindar.

"Di tengah jalan saya diadang, ditanya mau kemana," kata Sinta.

Karena diadang, Sinta akhirnya turun dari motor dari arah kiri.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved