Ada Peran Istri, Ini Kisah di Balik Pisau Dapur yang Lindungi Amaq Sinta dari Aksi Beringas Begal
Pisau dapur yang dibawa Amaq Sinta (34) untuk menghabisi dua begal sadis di Lombok Tengah ternyata menyimpan kisah. Ada peran istri.
Penulis: Siti Nawiroh | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Namun tanpa basa basi, begal langsung bringas menebas tangan, punggung, dan pinggang Sinta menggunakan samurai.
Sinta ditebas begal yang berbadan besar dua kali, sementara begal lainnya turun dari motor untuk ikut menyerang pria tersebut.
Tak tinggal diam, Sinta melakukan perlawan demi melindungi nyawanya.
Berbekal pisau dari sang istri, Sinta melakukan pembelaan diri untuk bisa selamat.
"Saya melawan, daripada saya mati,"
"Saya pakai pisau dapur yang kecil, tapi karena mereka yang duluan menyerang saya, saya membela diri," cerita Sinta.
Seandainya para begal tak melakukan kekerasan dan menghadangnya, Sinta mengaku tak akan sampai melakukan kekerasan balik, melainkan lari menyelamatkan dirinya.
"Seandainya dia tidak melakukan kekerasan pada saya dan mengadang, saya ingin lari,"
"Tapi dia justru menebas saya berkali-kali," katanya.
Baca juga: Pamit ke Habib Sebelum Serahkan Diri, Pergolakan Pria yang Tenar Sebagai Pemukul Pertama Ade Armando
Dengan pisau tersebut, Sinta menonjok seorang begal yang menyerangnya. Pisau dapur itu mengenai dada kiri begal tersebut.
Begal lainnya masih menyerang, Sinta pun bertahan membela dirinya.
Sampai akhirnya, dua dari empat begal menjauh sekitar 400 meter.

Seiring dengan itu, seorang begal mengambil sepeda motor milik Sinta.
Sinta mengejar begal yang membawa kabur motornya dan menusuknya dari arah belakang hingga terkapar.
Karena melakukan pembelaan diri, Sinta terpaksa melakukan kekerasan kepada dua begal hingga nyawa keduanya tak tertolong.