Lebaran 2022

Hari Pertama Kerja Usai Libur Lebaran, Pemkot Depok Wajibkan Seluruh ASN Tes Swab Antigen

Swab antigen diberlakukan bagi seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Depok yang mulai kembali masuk bekerja hari ini pasca libur lebaran 2022.

Dwi Putra Kesuma/TribunJakarta.com
Suasana swab antigen di lingkungan Pemerintah Kota Depok, Senin (9/5/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Depok wajib menjalani tes swab antigen sebelum masuk kerja hari pertama setelah libur lebaran 2022.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris, mengatakan, kewajiban ini diberlakukan setelah pihaknya menerima laporan dari Satgas Covid-19 pusat, terkait penambahan kasus di beberapa daerah.

"Ada penambahan kasus di beberapa daerah, di DKI ada 63 kasus, di Jawa Barat 26 kasus pasca lebaran pasca mudik," kata Idris di Balai Kota Depok, Pancoran Mas, Senin (9/5/2022).

"Ini menjadi perhatian kita sebelum masuk kerja untuk mengantisipasi mereka, tapi hasil pantauan kita hasil google form untuk ASN yang pulang mudik hanya 40 persen," sambungnya lagi.

Lanjut Idris, para ASN yang tak melakukan perjalanan mudik, mayoritas melakukan perjalanan liburan ke tempat-tempat wisata di sejumlah daerah.

Baca juga: Dishub DKI: 62 Ribu Pemudik Sudah Kembali ke Jakarta Usai Mudik Lebaran

"Selebihnya di sini (Kota Depok) berwisata. Berwisata kan ada yang ke Sukabumi ada yang ke Bandung, makanya perlu adanya antisipasi ini," jelasnya.

Idris mengatakan, pelaksanaan swab ini juga akan berlanjut esok hari di seluruh tingkatan sekolah.

Suasana swab antigen di lingkungan Pemerintah Kota Depok, Senin (9/5/2022).
Suasana swab antigen di lingkungan Pemerintah Kota Depok, Senin (9/5/2022). (Dwi Putra Kesuma/TribunJakarta.com)

"Termasuk guru kerena pelaksanaannya petugas swab ini kurang (jumlahnya), maka dilakukan besok untuk guru-guru di Puskesmas terdekat," kata Idris.

Terakhir, orang nomor satu di Kota Depok ini menuturkan bahwa bilamana ditemukan kasus positif, maka yang bersangkutan harus menjalani isolasi sementara waktu.

"Mereka harus isolasi sementara dan ada kebijakan kepala daerah boleh mengeluarkan kebijakan untuk WFH, nanti kita akan lihat mudah-mudahan sih tidak banyak kasus-kasus terjaring cuma satu hingga tiga orang," ucapnya.

"Nanti kita suruh isolasi selebihnya kita kerja sebagaimana biasa. Ini tujuannya untuk meningkatkan pelayanan lebih prima, kita yang melayani masyarakat lebih dulu harus sehat," pungkasnya.

 

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved