HUT ke 495 Kota Jakarta
Menikmati Manisnya Selendang Mayang, Jajanan Khas Betawi Favorit Wali Kota Jakut yang Mulai Langka
Selendang mayang menjadi salah satu jajanan khas Betawi yang kini sudah sulit ditemui. Minuman ini biasanya disajikan dengan es batu & gula merah.
Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Wahyu Septiana
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino
TRIBUNJAKARTA.COM, PADEMANGAN - Selendang mayang menjadi salah satu jajanan khas Betawi yang kini sudah sulit ditemui.
Minuman tradisional yang biasanya disajikan dengan es batu dan gula merah ini sudah jarang terlihat dijual di pinggir-pinggir jalan Ibu Kota.
Tapi, tak perlu khawatir jika Tribunners mengidamkan manis dan kenyalnya minuman bersantan ini.
Silakan langsung saja datang ke Pasar Seni Ancol karena di sana kalian sudah ditunggu Syarifudin (50) alias Syarif, seorang pedagang selendang mayang binaan Bamus Betawi yang sudah puluhan tahun menjajakan minuman itu.
Syarif yang asli Brebes namun menikah dengan seorang wanita Betawi sudah berjualan selendang mayang sejak 1994.
Baca juga: Sarif 30 Tahun Jualan Es Selendang Mayang, Langganan Anies Baswedan Sampai Jusuf Kalla
Pertama kalinya ia berjualan jajanan ini ialah di daerah Marunda, tepatnya di sekitar cagar budaya Rumah Si Pitung.
Syarif baru pindah berdagang di Pasar Seni Ancol sekitar 8 tahun belakangan.

"Jualan di sini sudah 8 tahun, jualannya sih sudah lama dari tahun 1994. Tapi sebelum di sini, jualan di Rumah Si Pitung Marunda, pasti di situ," kata Syarif, Rabu (22/6/2022).
Bagi Syarif, berjualan selendang mayang sama saja dengan melestarikan budaya asli Betawi.
Hal itu yang membuatnya bertahan menjual jajanan ini selama puluhan tahun, setelah sebelumnya mencoba peruntungan berdagang ketoprak maupun es kelapa yang tak cocok di hati.
"Ini selendang mayang, jajanan asli Betawi. Bahannya dari sagu aren, gula aren, dan santan. Saya memang paling cocok dagang selendang mayang. Tadinya ketoprak udah, es kelapa udah," kata dia.

Syarif menjual seporsi es seledang mayang seharga Rp 10.000.
Dalam satu porsi yang diwadahi gelas plastik itu, pembeli akan mendapatkan beberapa potong olahan sagu aren yang berwarna hijau dan merah muda.
Kemudian, potongan sagu aren itu akan disiram santan dan dilengkapi gula merah termasuk batu es yang menambah segar jajanan itu.