HUT ke 495 Kota Jakarta
Menikmati Manisnya Selendang Mayang, Jajanan Khas Betawi Favorit Wali Kota Jakut yang Mulai Langka
Selendang mayang menjadi salah satu jajanan khas Betawi yang kini sudah sulit ditemui. Minuman ini biasanya disajikan dengan es batu & gula merah.
Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Wahyu Septiana
Wartawan TribunJakarta.com sempat mencoba jajanan menarik dan memang rasanya begitu menyegarkan.
Selain manis, tekstur sagu aren yang kenyal makin menambah rasa enak dari minuman tradisional asli Jakarta ini.
Baca juga: Kental Aroma Betawi, Jersey Baru Persija Muda Terinspirasi Selendang Mayang dan Kerak Telor
Syarif menuturkan, di kawasan Pasar Seni Ancol sendiri bukan hanya es selendang mayang dagangannya saja yang menunjukan budaya Betawi, tapi juga makanan-minuman lain seperti kerak telor hingga bir pletok.
Jajanan Kesukaan Wali Kota Jakarta Utara
Syarif mengatakan, dua tahun belakangan ini, tepatnya dalam situasi pandemi Covid-19, Pasar Seni Ancol memang sepi pengunjung.
Hal itu berdampak ke pendapatannya berjualan es selendang mayang juga merosot.
Namun, ada salah satu sosok yang rutin membeli dagangan Syarif ketika berkunjung ke Pasar Seni Ancol.
Sosok itu tak lain adalah Ali Maulana Hakim alias Wali Kota Jakarta Utara.

"Pak Wali Kota sering beli selendang mayang, dia langganan saya," kata Syarif.
Menurut Syarif, biasanya kalau ada bazar di Kantor Wali Kota dirinya juga ikut terlibat.
Pada saat-saat itu lah Wali Kota Ali Maulana Hakim rutin jajan es selendang mayang di sela-sela waktu senggangnya.
"Itu Pak Ali pasti beli selendang mayang jualan saya, nggak cuma di Pasar Seni ini, di kantornya juga," ucap Syarif seraya menunjukan foto selfie-nya dengan sang Wali Kota dari layar ponsel.
Seiring momen HUT ke-495 Kota Jakarta ini, Syarif berharap budaya Betawi semakin lestari, tak terkecuali makanan-minuman tradisionalnya.
Syarif juga berdoa supaya tempat wisata di Ibu Kota, Pasar Seni Ancol khususnya, bisa ramai lagi dikunjungi wisatawan seperti dulu.

"Kalau nggak Covid-19 sih rame Pasar Seni, apalagi kalau ada acara pasti rame terus, karena ini lagi pandemi jadi kurang pengunjungnya," katanya.
"Harapannya Kota Jakarta semoga aman, maju terus, dan sejahtera, karena pedagangnya juga pengennya sejahtera," tutup Syarif. (*)