Cerita Kriminal
Tangguhnya Istri TNI di Semarang, Sudah Ditembak Tetap Bisa Melawan Berbekal Tas Sekolah Anak
Di media sosial viral video yang merekam ketangguhan istri seorang anggota TNI berinisial RB (33).
Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Yogi Jakarta
Ntah apa maksudnya, pelaku kemudian kembali mendekat ke arah RB dan anaknya.
Saat itu RB memukul pelaku dengan tas sekolah anaknya, namun pelaku kabur.
RB langsung dibawa ke RS Hermina Banyumanik usai insiden penembakan.
Baca juga: Teridentifikasi, Jenazah Pasutri TNI AL Korban Kecelakaan Truk Pertamina Diserahkan ke Keluarga
Seorang sekuriti RS, mengatakan korban dibawa ke rumah sakit pada Senin (18/7/2022) sekitar pukul 12.20 WIB.
"Iya tadi masuk jam 12.20 WIB," terangnya, Senin sore.
Menurutnya, istri prajurit TNI yang menjadi korban penembakan masih dalam penanganan tim dokter.
"Mohon maaf belum ada arahan dari direktur rumah sakit untuk memberi keterangan."
"Yang jelas saat ini pasien masih dalam perawatan tim dokter," pungkasnya.
Berdasarkan pantauan TribunJateng.com di lokasi, ada beberapa orang berseragam prajurit TNI keluar masuk rumah sakit.
Ada pula beberapa anggota TNI yang berjaga di pintu masuk RS Hermina Banyumanik Semarang.
Motif Pelaku
Kapendam IV Diponegoro, Letkol Inf Bambang Hermanto, mengatakan motif penembakan terhadap RB adalah pembegalan.
RB diketahui merupakan istri dari Koptu berinisial M yang bertugas di Batalyon Yon Arhanud 15.
"Motif penembakan tersebut yakni adalah pembegalan," jelasnya saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (18/7/2022).
Saat ini, Bambang mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian agar pelaku segera ditangkap.
Baca juga: Lihat Anaknya Dilantik Jokowi Jadi Perwira Remaja TNI, Petani Ini Nangis Ceritakan Perjuangannya
"Kita berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menangkap pelaku," lanjutnya.
Sementara itu, di tempat kejadian polisi menemukan satu proyektil dan dua selongsong yang diduga sudah digunakan pelaku.
"Kami temukan satu proyektil dan dua selongsong," terang Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Donny Lumbantoruan, Senin.