Ajudan Jenderal Ferdy Sambo Ditembak
Trauma Dapat Perintah Atasan 'Tembak! Tembak! Tembak!' ke Brigadir J, Bharada E Alami Ini saat BAP
Bharada E seakan trauma saat mendapat perintah dari atasan untuk tembak Brigadir J. Terungkap gerak-geriknya saat pemeriksaan di depan Timsus Polri.
Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Yogi Jakarta
"Tidak terjadi tembak-menembak. Tidak seperti itu," ucap Muhammad Burhanuddin.
Ia juga memastikan, saat Bharada E menuruni tangga, Brigadir J masih hidup. Keduanya tidak terlibat adu tembak. Bahkan, ada beberapa saksi yang melihat saat itu.
Muhammad Burhanuddin mengiyakan, bahwa Bharada E melihat dengan kepalanya sendiri detik-detik Brigadir J tewas.
"Melihat, itu ada beberapa saksi. Sudah dikemukakan ini, sudah dibongkar semua, sudah diungkapkan semua fakta-fakta hukumnya di BAP. Sudah blak-blakan," jelas Muhammad Burhanuddin.
Baca juga: Karakter Asli Bharada E Keluar, Sebut Posisi Ferdy Sambo Cs di Olah TKP, Curhat Ini ke Komnas HAM
Ia enggan memastikan apakah Bharada E yang menembak Brigadir J, karena itu sudah masuk materi penyidikan dan yang berhak adalah penyidik.
Namun, Muhammad Burhanuddin tak menyangkal bahwa kliennya itu mengakui kesalahannya dengan ikut menembak saat Brigadir J masih hidup.
"(Brigadir J, red) Masih hidup, masih hidup," kata dia.
Dalam kasus kematian Brigadir J, Bharada E disangka pasal 338 KUHP Juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.
"Intinya, dia mengakui kesalahannya, berarti dia berbuat juga," kata dia lagi.
Tanpa Motif dan Spontan
Pengacara Bharada E lainnya, Deolipa Yumara sebelumnya menyebut, bahwa apa yang dilakukan Bharada E karena memang ada yang memerintah.
Tindakan Bharada E membunuh Brigadir J tidak didasari pada motif apapun.
Muhammad Burhanuddin juga mengiyakan, lalu mengatakan, "Ada perintah dan terkait tindak pidana yang disangkakan. Tapi sifatnya spontanitas."
Tembakan yang dilepaskan Bharada E ke Brigadir J keluar dari pistol yang dipegangnya, yakni Glock 17 buatan Austria.
Baca juga: Usai Bilang Bharada E Pahlawan, Kuasa Hukum Tersangka Pembunuh Brigadir J Pilih Mengundurkan Diri
Saat ini, Bharada E menjadi saksi kunci dan keterangan terbarunya di depan penyidik Timsus Polri.
Artinya, kata Muhammad Burhanuddin, kotak pandora kematian Brigadir J sudah dibuka secara gamblang oleh Bharada E.
"Tinggal disesuaikan barang-barang bukti dengan pengakuan Bharada E ini," katanya lagi.
Muhammad Burhanuddin enggan menjawab tegas, apakah Brigadir J tewas dieksekusi atau tidak.
Ia menjawab diplomatis karena menghormati penyidikan yang sedang berlangsung oleh Timsus Polri.
"Tapi kejadian yang diutarakan sudah digambarkan oleh Bharada E di BAP-nya. Sudah tergambar di sana," Muhammad Burhanuddin menegaskan.
Tak dipungkiri, Bharada E meskipun sudah plong karena ditahan di bawah langsung pengawasan Timsus Polri, masih ada sedikit trauma atas kejadian itu.
Hal ini diakui Muhammad Burhanuddin. Ketika memberi keterangan kepada pengacara, Bharada E masih tengok kiri kanan.
Sebagian Artikel ini disarikan dari WartaKotalive.com dengan judul Setelah Tembak Brigadir J, Bharada E Keluar Rumah dan Tak Melihat Evakuasi Mayat,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/bharada-e-tidak-hadir-dalam-pemeriksaan-komnas-ham-pada-selasa-2672022.jpg)