Ajudan Jenderal Ferdy Sambo Ditembak
Ada 2 Skenario Eksekusi Brigadir J, Ferdy Sambo dan Bharada E Bertaruh di Hasil Autopsi Ulang
Hasil autopsi ulang yang akan diungkap hari ini, Jumat (19/8/2022) menjadi pertaruhan keterangan siapa yang benar antara Ferdy Sambo dan Bharada E.
Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Jaisy Rahman Tohir
TRIBUNJAKARTA.COM - Setidaknya ada dua skenario ekesekusi pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.
Komnas HAM mendapat keterangan yang berbeda dari Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E dan Irjen Ferdy Sambo.
Fedy Sambo mengaku hanya menyuruh Bharada E menembak Brigadir J di rumah dinasnya, Kompleks Polri, Duren Tiga, Pancoran Jakarta Selatan, Jumat (8/7/2022) lalu.
Namun Bharada E mengungkapkan skenario berbeda.
TONTON JUGA
Kepada Komnas HAM pria kelahiran 1998 itu menjelaskan Ferdy Sambo turut menembak Brigadir J setelah dirinya.
"Yang sedikit krusial disini adalah perbedaan pengakuan," ucap Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik, Kamis (18/8/2022) dalam acara Kompas Siang KompasTv.
"Kalau pengakuan FS dia hanya merancang dan memerintahkakan Richard untuk menembak,"
"Sementara versi Richard dipanggil kemudian diperintahkan dan ketika di TKP diperintahkan lagi untuk mengeksekusi, menurut dia (Richard) hanya mengeksekusi beberapa tembakan awal tapi eksekusi terakhir dilakukan oleh FS," imbuhnya.
Apakah Ferdy Sambo kembali berbohong?

Baca juga: Terkuak Alasan Jokowi Beri Perhatian Lebih ke Kasus Ferdy Sambo, Lebih dari 4 Kali Minta Usut Tuntas
Taufan Damanik lalu membeberkan pihaknya menemukan bentuk luka tak biasa dijasad Brigadir J.
Yakni sejumlah luka tembakan yang besarnya berbeda.
Hasil autopsi ulang yang dikabarkan akan diungkap hari ini, Jumat (19/8/2022) akan menjadi pertaruhan keterangan siapa yang benar antara Ferdy Sambo dan Bharada E.
"Nanti uji autopsi ulang itu sangat membantu, ada perbedaan besaran lubang di jenazah antara satu sisi dan sisi yang lain," kata Taufan Damanik.
Taufan menduga Brigadir J ditembak lebih dari satu tembakan, hal tersebut berarti berlawanan dengan pengakuan Ferdy Sambo.