Ajudan Jenderal Ferdy Sambo Ditembak

Ada Beberapa Nama Jenderal, IPW Sebut Bagan Konsorsium 303 Kaisar Sambo Mirip Bikinan Polisi

Dokumen digital yang beredar di media sosial hingga aplikasi pesan singkat itu berjudul "Kaisar Sambo dan Konsorsium 303".

Istimewa
Bagan Kaisar Sambo dan Konsorsium 303 yang beredar di aplikasi pesan singkat. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Di tengah perkembangan kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J dengan tersangka utama Irjen Ferdy Sambo, beredar sebuah dokumen misterius.

Dokumen tersebut berisi tentang bagan berisi beberapa nama polisi dan sipil yang saling terkait dengan dua warna garis yang saling menghubungkan.

Dokumen digital yang beredar di media sosial hingga aplikasi pesan singkat itu berjudul "Kaisar Sambo dan Konsorsium 303".

Secara eksplisit, beberapa keterangan di dokumen itu berbicara tentang bandar judi hingga aliran dananya.

Banyak nama-nama polisi dari mulai perwira menengah (pamen) hingga perwira tinggi (pati) bintang dua.

Baca juga: Seberapa Kuat Ferdy Sambo Sampai Punya Kerajaan di Polri? Susno Duadji Ungkap Peristiwa di 2009

Di pucuk pimpinan bagan aliran dana hingga beking itu adalah Irjen Ferdy Sambo.

Indonesia Police Watch (IPW) menyebut dokumen tersebut menunjukkan dugaan adanya perlindungan terhadap bisnis perjudian yang dilindungi Polri.

Ferdy Sambo lah yang menjadi kaisar atau pemimpin dari perlindungan terhadap praktik judi yang merebak luas di Indonesia.

"IPW menyampaikan kepada publik tentang adanya dugaan perlindungan paraktik perjudian oleh oknum polisi. Dalam hal ini IPW menyatakan ada dugaan Sambo ada di dalamnya," kata Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso di program Sapa Indonesia Pagi, Jumat (19/8/2022).

Sugeng juga berbicara tentang analisanya terhadap dokumen "Kaisar Sambo" yang membuat geger itu.

Bagan Kaisar Sambo dan Konsorsium 303 yang beredar di aplikasi pesan singkat.
Bagan Kaisar Sambo dan Konsorsium 303 yang beredar di aplikasi pesan singkat. (Istimewa)

"Waktu itu belum beredar informasi skema. Sekarang beredar juga. IPW tidak tahu skema itu beredar luas dari mana, tetapi IPW melihat, bahwa dalam bentuk data yang dikirimkan ada beberapa hal," kata dia.

Menurut Sugeng, skema bagan aliran dana hingga sederet nama-nama pamen dan pati itu mirip seperti buatan polisi.

Berdasarkan pengalamannya selama ini berkolaborasi dengan Polri, pola bagan tersebut tidaklah asing.

"Satu, skema ini mirip kalau saya mengadakan gelar perkara di kepolisian ya, itu membuat skema-skema untuk memudahkan menjelaskan alur perkara yang rumit menjadi mudah. Jadi ini mirip seperti yang dibikin oleh polisi," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved