Pilpres 2024
Survei Indometer: Prabowo, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan Kuasai 3 Besar Bursa Capres 2024
Posisi tiga besar bursa capres pada Pilpres 2024 dikuasai Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan. Berikut analisanya.
TRIBUNJAKARTA.COM - Posisi tiga besar bursa calon presiden pada Pilpres 2024 makin dikuasai oleh Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan.
Temuan survei yang dilakukan INDOMETER menunjukkan Prabowo Subianto masih unggul dengan elektabilitas 23,8 persen dan Ganjar Pranowo 20,7 persen, sedangkan Anies Baswedan terus menanjak dan kini meraih 18,0 persen.
“Prabowo, Ganjar, dan Anies bersaing di tiga besar elektabilitas capres,” ungkap Direktur Eksekutif lembaga survei INDOMETER Leonard SB dalam keterangan tertulis, Senin (29/8/2024).
Elektabilitas ketiganya jauh meninggalkan figur lain, yaitu Ridwan Kamil (5,5 persen), Sandiaga Uno (4,8 persen), dan Agus Harimurti Yudhoyono (4,2 persen).
Menurut Leonard, ketiga tokoh tersebut juga secara resmi telah mendapat dukungan dari partai-partai politik.
Baca juga: Survei Indometer: Koalisi Tidak Solid, PKS dan Demokrat Tinggalkan NasDem
Dalam deklarasi koalisi Gerindra dan PKB, Prabowo Subianto menyatakan kesiapannya maju kembali pada Pilpres 2024 mendatang.
Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan masuk dalam daftar usulan capres Nasdem melalui rakernas yang digelar pada bulan Juni lalu.
“Prabowo sebagai ketua umum Gerindra dan elektabilitasnya selalu unggul berada di atas angin, ditambah lagi berpengalaman dua kali bertarung dalam Pilpres,” kata Leonard.

Sementara itu Ganjar Pranowo masih harus berjuang untuk mendapatkan dukungan dari internal PDIP, sedangkan NasDem yang berniat mengusulkan Anies belum berhasil membangun gerbong koalisi.
Sebagai catatan, koalisi Gerindra dan PKB membuka kemungkinan paket Prabowo Subianto berpasangan dengan Muhaimin Iskandar.
Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) masih melakukan konsolidasi, belum mengusulkan nama-nama capres.
Baca juga: Survei CPCS: Usung Anies Baswedan Capres, Nasdem Malah Ditinggal Pemilih Nasionalis
Terakhir PDIP mulai melakukan safari politik bertemu NasDem, setelah sebelumnya berencana koalisi bersama PKS dan Demokrat.
“Dengan masih berlakunya ketentuan presidential threshold (PT) 20 persen, paling banyak terbentuk empat poros koalisi, dengan catatan jika PDIP maju tanpa koalisi,” jelas Leonard.
Kemungkinan lainnya adalah tiga poros koalisi, atau bisa jadi hanya ada dua poros, sehingga makin membatasi arena pertarungan para capres.
Nama-nama lain praktis memiliki peluang lebih kecil, tetapi mungkin diusung sebagai calon wakil presiden.