Protes Demokrat DKI: Saat Harga Minyak Dunia Turun Tapi BBM Tak Turun, Uangnya Kemana?

Partai Demokrat DKI Jakarta menyoroti kenaikan harga BBM. Demokrat mempertanyakan saat harga minyak dunia turun tapi BBM tidak turun.

TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Antrean panjang pengendara motor dan mobil jelang harga baru BBM. Partai Demokrat DKI Jakarta menyoroti kenaikan harga BBM. Demokrat mempertanyakan saat harga minyak dunia turun tapi BBM tidak turun. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Keputusan Presiden Joko Widodo menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada Sabtu (4/9/2022) kemarin disorot Partai Demokrat DKI Jakarta.

Ketua DPD Demokrat DKI Mujiyono pun menyoroti sikap pemerintah yang justru tak melakukan upaya penghematan sebelum menyuruh masyarakat berhemat.

"Saya tidak melihat adanya upaya pemerintah berhemat sebelum meminta rakyat untuk hidup lebih sulit dengan menaikkan harga BBM ini," ucapnya dalam keterangan tertulis, Minggu (4/9/2022).

"Padahal kenaikan harga BBM ini berimplikasi terhadap kenaikan harga lainnya, termasuk bahan pokok,” ujarnya.

Politikus senior Demokrat ini pun mencontohkan, anggaran besar yang tetap digelontorkan Presiden Jokowi untuk pembangunan proyek-proyek pencitraan.

Baca juga: Industri Fashion Terdampak Kenaikan BBM, Desainer Ungkap Gaji Karyawan dan Harga Bahan Naik

Menurutnya, tak ada upaya yang dilakukan pemerintah pusat untuk mengencangkan ikat pinggang demi menekan biaya operasional.

"Kondisi masyarakat saat ini belum siap menghadapi kenaikan harga BBM, apalagi setelah inflasi bahan pangan (volatile food) secara tahunan hampir menyentuh 11 persen YoY pada Juli 2022," ujarnya.

Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta ini juga menggarisbawahi bahwa harga minyak dunia saat ini yang berada di angka 89 USD per barrel.

Ketua Komisi A DPRD DKI Mujiyono saat ditemui di gedung DPRD DKI, Senin (8/11/2021).
Ketua Komisi A DPRD DKI Mujiyono saat ditemui di gedung DPRD DKI, Senin (8/11/2021). (Dionisius Arya Bima Suci / Tribun Jakarta)

Ia menyebut, harga ini masih dibawah asumsi makro yang tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022, yaitu sebesar 100 USD per barrel.

“Seharusnya APBN 2022 masih dapat menutupi kebutuhan subsidi BBM hingga akhir tahun 2022, seperti janji pak Jokowi sendiri pada pertengahan tahun ini," kata Mujiyono.

“Selain itu, ketika harga minyak dunia turun, harga BBM di Indonesia tidak turun. Lalu uangnya sekarang kemana?” tanya Mujiyono menggugat.

Baca juga: Banyak Kerja Jadi Tukang Pijat dan Jual Kerupuk, Penyandang Disabilitas Pertanyakan Bansos BBM

Anak buah Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ini juga mempertanyakan soal kebocoran penyaluran BBM bersubsidi.

Menurutnya, pemerintah pusat hingga saat ini belum melakukan langkah-langkah konkret dalam mengatasi kebocoran penyaluran BBM bersubsidi yang justru lari ke industri-industri besar.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved