Cerita Kriminal

Kisah Dosa Sang Ibu, Hilangkan Calon Buah Hati di Kamar Mandi Demi Lepas Tanggung Jawab

Jasad bayi perempuan itu pertama kali diketahui oleh seorang tukang sampah, yang biasa mengambil sampah di kos-kosan itu. 

Dok. Serambi Indonesia
Ilustrasi ibu pembuang bayi - Seorang gadis muda, RP (19), tega melakukan aborsi sendiri dengan menenggak pil aborsi hingga anaknya terlahir cacat dan dibuang di tong sampah di kos-kosan di Tomang, Jakarta Barat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, GROGOL PETAMBURAN - Begini lah kisah cinta kebablasan sepasang kekasih yang baru beranjak dewasa berinisial RP (19) dan AFK (19). 

Akibat memadu cinta yang berlebihan, RP malah memilih melepas tanggung jawab. 

Dia memutuskan untuk melakukan tindakan ini yang berujung masalah pidana. 

Kos-kosan di Jalan Tawakal 6, Kelurahan Tomang, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, menjadi tempat RP melakukan tindakan kriminal itu. 

Di tempat itu lah, RP mencoba menggugurkan bayi yang dikandungnya akibat bermain cinta dengan AFK. 

RP menjadi malu lantaran berbadan dua. Ia tak ingin semua orang tahu kondisinya, tak terkecuali sang kekasih itu sendiri. 

Baca juga: Bikin Kesal, Ini Alasan Gadis Muda di Grogol Petamburan Tega Buang Bayi Baru Lahir ke Tong Sampah

Terbersit ide jahat dalam benak RP. Perempuan muda ini nekat melenyapkan bayi di dalam tubuhnya. 

"RP ini memutuskan untuk membeli obat aborsi melalui online shop. Kemudian obat berupa pil itu dikonsumsinya pada 22 Agustus silam," kata Kapolsek Tanjung Duren, Kompol Muharam WIbisono saat rilis kasus tersebut di Polsek Tanjung Duren, Grogol Petamburan, Jakarta Barat pada Jumat (9/9/2022). 

Kapolsek Tanjung Duren, Kompol Muharam Wibisono saat menggelar konferensi pers kasus aborsi di kos-kosan, kawasan Tomang, Jakarta Barat pada Jumat (9/9/2022).
Kapolsek Tanjung Duren, Kompol Muharam Wibisono saat menggelar konferensi pers kasus aborsi di kos-kosan, kawasan Tomang, Jakarta Barat pada Jumat (9/9/2022). (TRIBUNJAKARTA.COM/Satrio Sarwo Trengginas)

Senin sore, 22 Agustus 2022, jadi waktu tragis bagi si bayi. 

RP nekat menenggak pil aborsi. Hingga keesokan harinya, RP merasa perutnya sudah sangat sakit. 

"RP merasa perutnya sudah sangat berkontraksi pada hari itu sehingga akhirnya bayi lahir tidak normal karena memang belum waktunya, diperkirakan 6 bulan," jelas Muharam. 

Baca juga: Akhirnya ART Perampok Brankas Rp 700 Juta Dara Arafah Diciduk Polisi, Ternyata Ada Satu Pelaku Lagi

Bayi mungil perempuan itu dilahirkan sendiri di sebuah kamar mandi. 

Ketika lahir, bayi tak berdosa itu sudah dalam keadaan tak bernyawa. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved