Ajudan Jenderal Ferdy Sambo Ditembak

Kasus Ferdy Sambo Bikin Imej Kakak Asuh di Polri Buruk, Eks Kabareskrim: Timbulkan Utang Budi

Imej kakak asuh di tubuh Polri menjadi buruk imbas kasus Ferdy Sambo. Eks Kabareskrim Komjen Pol (Purn) Ito Sumardi singgung utang budi.

Kolase Foto Tribun Jakarta
Kolase Foto Eks Kabareskrim Komjen Pol (Purn) Ito Sumardi dan Ferdy Sambo. Imej kakak asuh di tubuh Polri menjadi buruk imbas kasus Ferdy Sambo. Eks Kabareskrim Komjen Pol (Purn) Ito Sumardi singgung utang budi. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Imej kakak asuh di tubuh Polri menjadi buruk imbas kasus Ferdy Sambo.

Padahal, tradisi kakak atau adik asuh merupakan hal lazim di kepolisian.

Eks Kabareskrim Komjen Pol (Purn) Ito Sumardi mengatakan tradisi tersebut dinilai positif. Ia pun bercerita mengenai tradisi itu selama 35 tahun di kepolisian.

Istilah kakak asuh dan adik asuh di tubuh kepolisian menjadi sorotan belakangan ini.

Sebab, ada dugaan kakak asuh mempengaruhi kasus pembunuhaan Brigadir J lewat adik asuhnya yang jadi tersangka, eks Kadiv Propam Ferdy Sambo.

Baca juga: Ferdy Sambo Jadi Beban Polri Sampai Dapat Rapor Merah Publik, Kepercayaan Kian Tergerus

Istilah kakak asuh itu pun menjadi buruk karena kasus yang menyeret Ferdy Sambo dan sejumlah polisi lainnya.

Ito Sumardi mengungkapkan tradisi kepolisian itu bisa menimbulkan sisi buruk serta timbulnya loyalitas.

Terkadang tradisi kakak dan adik asuh ini bisa menyisihkan potensi anggota polisi lain yang lebih bagus.

Kabareskrim Komjen Pol (Purn) Ito Sumardi.
Kabareskrim Komjen Pol (Purn) Ito Sumardi. (Tribunnews.com/Herudin)

"Jadi istilah kakak asuh dan adik asuh itu lazim di semua lembaga pendidikan, tidak hanya di Polri. Biasanya atas basis daerah, satu satuan pendidikan dan lain-lain," kata Ito dalam program Sapa Indonesia Pagi di Kompas TV, Jumat (23/9/2022).

Dalam tubuh kepolisian, Ito mengungkapkan kakak asuh ini sudah melihat potensi calon adik atau adik asuhnya sejak awal pendidikan.

"Jadi misalnya kalau kakak asuh ini sudah menjabat di Polri, tentunya dan ia akan melihat bagaimana adik asuhnya ketika bertugas di Polri," katanya.

Baca juga: Kakak Asuh Gagal 3 Kali Selamatkan Ferdy Sambo di Kasus Brigadir J, Tahap Terakhir Bikin Khawatir

Awalnya, tutur Jenderal Bintang Tiga itu, istilah kakak asuh-adik ini bagus karena ada proses pengembangan karir dan budaya saling dukung.

"Jadi positifnya, dia (kakak asuh) akan berupaya memberikan pembinaan karir dan pengembangan karir pada bersangkutan (adik asuh). Meskipun di sini ada pendekatan nepotisme ya. Tapi nepotismenya dalam arti positif," imbuhnya.

Namun, Ito melanjutkan hal tersebut bisa timbul loyalitas dan utang budi.

"Kemudian barangkali yang bersangkutan menyisihkan potensi lain yang bukan adik asuhnya," paparnya.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved