Cerita Kriminal
Bejat! Anak 14 Tahun di Kelapa Gading Diduga Dirudapaksa Kakak Beradik Tetangganya
Korban yang merupakan anak seorang buruh harian lepas itu diduga dirudapaksa oleh kakak beradik yang merupakan tetangganya.
Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Acos Abdul Qodir
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino
TRIBUNJAKARTA.COM, KELAPA GADING - Seorang anak 14 tahun berinisial R (14) di Kelapa Gading, Jakarta Utara, jadi korban dugaan rudapaksa.
Korban yang merupakan anak seorang buruh harian lepas itu diduga dirudapaksa oleh kakak beradik yang merupakan tetangganya.
Keduanya yakni AP dan MF.
Diketahui, kedua terduga pelaku merupakan kakak beradik yang rentang usianya di atas 20 tahun.
"Pelakunya ini adik kakak, rentang usianya sekitar 22 sampai 24 tahun," ucap pendamping korban, Rouli Octara Rajagukguk, saat dikonfirmasi TribunJakarta.com, Kamis (29/9/2022) malam.
Baca juga: Anak Yatim Piatu di Cilincing Jadi Korban Rudapaksa 4 ABG, Ketua RW Ungkap Kondisi Tak Biasa Korban
Baca juga: Viral Pedagang Mi Ayam di Cikarang Dibayar Pakai Uang Palsu Rp100 Ribu, Pas Dicelup Air Luntur
Rouli menjelaskan, dugaan pemerkosaan ini mencuat setelah korban melapor ke ayahnya.
Diceritakan korban, awalnya ia dibujuk untuk datang ke kontrakan tempat tinggal kedua pelaku.

Di dalam kontrakan itu lah korban dirudapaksa oleh kedua kakak beradik tersebut.
"Kronologi singkatnya itu, jadi kan korban ini dibujuk rayu sama tetangganya main ke kontrakan.
Di situ lah disetubuhi pada bulan Juli, dan kalau enggak salah juga Agustus. Jadi, dua kali," kata Rouli.
Atas kejadian ini, keluarga korban didampingi Rouli melapor ke Polres Metro Jakarta Utara.
Rouli menuturkan kedua kakak beradik yang diduga memperkosa korban akhirnya ditangkap polisi pada Rabu (28/9/2022) kemarin.
Baca juga: Kerudung Ajaib Jadi Senjata, Anak Pedangdut Kondang Beraksi Curi Belasan Motor di Taman Sari Jakbar
Baca juga: 9 Bulan Kasus Rudapaksa Tak Berposes, Polisi Baru Jawab Usai Diviralkan Hotman Paris
Di sisi lain, korban saat ini masih mengalami trauma atas kejadian berat yang menimpanya.
"Korban kondisinya trauma dan hancur lah.
Lingkungan akhirnya mengetahui, ya sangat mengkhawatirkan," tutupnya.