Implementasi Pengerjaan Jaringan Jalur KRL, MRT, LRT Menyesuaikan Kebutuhan di Lapangan

Pembangunan jaringan jalur kereta api perkotaan menyesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Penyesuaian kajian jaringan ini sebagai hal yang wajar.

TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo (kanan) bersama Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusuf di Spot Budaya Dukuh Atas, Tanah Abang, Jakarta Pusat - Pembangunan jaringan jalur kereta api perkotaan menyesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Penyesuaian kajian jaringan ini sebagai hal yang wajar. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan pembangunan jaringan jalur kereta api perkotaan menyesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

Sebagai informasi, jaringan jalur kereta api tercantum dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 31 Tahun 2022 tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Wilayah Perencanaan DKI Jakarta.

Tertuang di pasal 25, jaringan jalur kereta api terdiri dari dua yakni jaringan jalur kereta api antarkota dan jaringan jalur kereta api perkotaan.

Kemudian di pasal 26, pada poin (1) disebutkan bahwa jaringan jalur kereta api perkotaan terdiri atas jalur KRL, jalur MRT dan jalur LRT, dan di poin berikutnya disebutkan jalur untuk ketiga moda transportasi ini.

Sejauh ini, kata Syafrin, hal ini sudah sesuai dengan dengan yang ada di dalam Rencana Induk Transportasi Jakarta (RITJ).

Baca juga: Alasan Dishub Depok Tutup Jalur Penyeberangan Khusus Lansia dan Disabilitas Depan Kantor Walkot

Namun untuk implementasinya bakal disesuaikan lagi dengan kebutuhan di lapangan.

"Secara keseluruhan kajian jaringan itu untuk kebutuhan saat ini sudah sesuai untuk penyusunan RITJ. Nah saat implementasi tentu itu akan menyesuaikan dengan kebutuhan lapangan mungkin saat itu akan dieksekusi," ujarnya kepada wartawan, Kamis (29/9/2022).

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (6/6/2022)
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (6/6/2022) (Tribunjakarta.com/Nur Indah Farrah Audina)

Anak buah Gubernur Anies ini memastikan penyesuaian kajian jaringan ini sebagai hal yang wajar.

Adapun alasannya yakni lantaran hal-hal teknis bakal berkembang ketikan didetailkan di lapangan atau di TKP.

"Tentu begitu dalam kajian ada penyesuaian itu hal wajar, karena memang hal-hal teknis akan berkembang pada saat itu didetailkan tapi identifikasi awal contohnya dari Fatmawati ke Taman Mini. Ini kan identifikasi awal Fatmawati-Taman Mini begitu didetailkan ternyata dalam ada beberapa jaringan yang kemudian harus dilintasi secara masif," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved