KLB Polio, Puskesmas Kramat Jati Gencarkan Vaksinasi Jemput Bola ke Permukiman Warga

Bila ditemukan ada RW yang capaian vaksinasi polio-nya masih rendah, maka jajaran Puskesmas Kecamatan Kramat Jati akan mengadakan layanan jemput bola

Penulis: Bima Putra | Editor: Acos aka Abdul Qodir
TribunJakarta.com/Bima Putra
Kepala Puskesmas Kecamatan Kramat Jati, Inda Mutiara saat memberi keterangan tentang layanan vaksinasi polio dengan jemput bola ke permukiman warga, saat ditemui di Jakarta Timur, Minggu (27/11/2022).  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Puskesmas Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur menggencarkan vaksinasi Polio secara jemput bola ke permukiman warga hingga menelusuri anak lumpuh layuh akut.

Kepala Puskesmas Kecamatan Kramat Jati, Inda Mutiara mengatakan pihaknya meningkatkan vaksinasi Polio menyusul ditetapkannya Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio di Kabupaten Pidie, Aceh.

"Kami langsung ke RW yang cakupan vaksinnya kurang. Kita kerja sama dengan kader Dasawisma, karena selain kami (Puskesmas) yang punya data mereka," kata Inda di Puskesmas Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (27/11/2022).

Bila ditemukan ada RW yang capaian vaksinasi polio-nya masih rendah, maka jajaran Puskesmas Kecamatan Kramat Jati akan mengadakan layanan jemput bola ke lokasi tersebut.

Untuk bayi, vaksin polio mulai diberikan sejak usia 1 hingga 4 bulan sebanyak empat kali secara tetes. Kemudian, pada usia empat bulan,  diberikan setidaknya satu kali secara injeksi.

"Jadi, dengan diberikan lima kali vaksin polio itu diharapkan sudah ter-cover dan tidak mudah tertular. Makannya, sekarang kami cari mana yang belum divaksin, jemput bola," ujarnya.

Baca juga: Kasus Polio Kembali Ditemukan Meski Indonesia Disebut Bebas Polio Sejak 2014, Kok Bisa?

Baca juga: Dinkes DKI: Penyakit Polio Bisa Muncul di Semua Usia, Gejala Setelah 7-10 Hari Terinfeksi 

Inda menuturkan pelibatan kader Dasawisma dalam vaksinasi Polio ini efektif untuk meningkatkan capaian, terbukti pada bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) 2022 lalu.

Di mana para kader dasawisma yang mendapati ada anak di lingkungan rumahnya belum divaksinasi segera melapor ke Puskesmas sehingga dapat diadakan layanan jemput bola.

"Kalau kebutuhannya Polio kita suntik vaksin Polio. Kalau kebutuhannya campak rubella kita berikan. Atau vaksin yang lain, semuanya gratis. Mudah-mudahan masyarakat sadar," tuturnya.

Selain melakukan vaksinasi Polio secara jemput bola ke permukiman, Inda menuturkan pihaknya juga menelusuri anak usia di bawah 15 yang mengalami lumpuh layuh akut.

Baca juga: Kasus Covid-19 Kembali Melonjak, Vaksinasi Booster di DKI Baru 70 Persen

Meski hingga kini belum ditemukan kasus anak Polio di DKI Jakarta, tapi penelusuran anak terindikasi Polio ini tetap perlu dilakukan sesuai intruksi dari Kementerian Kesehatan.

"Karena DKI Jakarta kan belum ada kasus jadi arahannya mencari anak akut lumpuh layu. Anak usia di bawah 15 tahun yang terindikasi lumpuh layuh akut, dari situ kita telusuri apakah karena Polio atau bukan," lanjut Inda.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved