Reuni 212

Hadiri Reuni 212, Habib Rizieq Shihab Singgung 3 Poin Status Bebas Bersyarat: Kita Mesti Waspada

Habib Rizieq Shihab menyinggung tiga poin status bebas bersyarat saat menghadiri Reuni 212 di Masjid At-Tin, Jakarta Timur, Jumat (2/12/2022).

TribunJakarta.com/Pebby Adhe Liana
Eks pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab di reuni 212 Masjid At-Tin, Jakarta Timur, Jumat (2/12/2022) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Eks pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab (HRS) sempat meminta masukan dan pertimbangan hukum dari pengacaranya sebelum hadir di Reuni 212 yang berlangsung di Masjid At-Tin, Makasar, Jakarta Timur, Jumat (2/12/2022).

Disampaikan di lokasi, HRS mengatakan ada alasan dari semuanya, yakni lantaran kondisinya yang masih bebas bersyarat dari rumah tahanan (rutan) sejak 20 Juli 2022 lalu.

"Kenapa? masyarakat perlu tahu bahwa status saya di PB (Pembebasan Bersyarat). Nah, pembebasan bersyarat tentu ada syarat-syarat yang tidak boleh saya langgar, sekurang-kurangnya ada tiga syarat," jelasnya, Jumat (2/12/2022).

Lebih lanjut ia menyinggung soal tiga poin penting tersebut. Pertama perihal wajib lapor.

Ia mengaku tidak pernah melanggar hal tersebut dan selalu lapor setiap bulan.

Baca juga: Rizieq Shihab Bebas Bersyarat, Eks Pimpinan FPI Tak Mau Gegabah Datang ke Reuni 212 di Masjid At-Tin

"Ada 3 yang paling penting, Satu wajib lapor setiap bulan, saya lapor tiap bulan. Saya datang ke Kejaksaan, Bapas, sebagai warga yang baik. Ga pernah saya langgar," lanjutnya.

Kedua, ia mengatakan izin tertulis untuk keluar kota. Bila diberikan izin, maka ia akan keluar kota.

Sebagai contoh, ia diberikan izin untuk menjenguk istrinya yang sakit di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Eks pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab di reuni 212 Masjid Agung At Tin, Jakarta Timur, Jumat (2/12/2022)
Eks pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab di reuni 212 Masjid Agung At Tin, Jakarta Timur, Jumat (2/12/2022) (TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA)

"Kedua kalau keluar kota harus izin secara tertulis. Kalau tidak ada surat izin dari Bapas yang ada di bawah Kemenkumham, saya tidak boleh keluar kota sama sekali. Ini saya ikuti. Tapi sampai saat ini baru ke Sentul saja yang diizinkan untuk menengok istri yang sakit sebulan sekali. Saya punya istri harus dirawat serius, tempat tinggalnya di Sentul saya di Petamburan, saya minta izin seminggu sekali untuk temani istri, tapi izinnya baru dapat sebulan sekali boleh tengok istri," ungkapnya.

Terakhir, yakni perihal tak bolehnya melakukan pelanggaran hukum.

Eks pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab di reuni 212 Masjid Agung At Tin, Jakarta Timur, Jumat (2/12/2022)
Eks pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab di reuni 212 Masjid Agung At Tin, Jakarta Timur, Jumat (2/12/2022) (TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA)

"Syarat ketiga ini yang kita mesti waspada, tidak boleh melakukan pelanggaran hukum. Kenapa saya katakan mesti waspada? Kadang-kadang menurut kita ga melawan hukum, tapi menurut lawan kita melanggar hukum," paparnya.

Lebih lanjut, ia menyinggung soal ancaman hukuman penjara yang pernah mengenai dirinya.

Baca juga: Reuni 212 Selesai, Habib Rizieq Shihab dan Peserta Mulai Tinggalkan Masjid Agung At-Tin

"Buktinya saya cuma bilang baik-baik saja diancam 10 tahun penjara. Dituntut 6 tahun divonis 4 tahun. Begitu saya masuk ke kasasi akhirnya turun jadi 2 tahun gara-gara saya mengatakan saya baik-baik saja. Artinya apa? Bagi kita itu bukan pelanggaran, tapi bagi orang yang ga suka dengan kita itu akan dijadikan permasalahan," pungkasnya.

 

Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News

 

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved