Cerita Kriminal

Polda Metro Jaya Terbang ke Manado Gerebek Kantor Pinjol Ilegal, Bos dan Debt Collector Dicokok

Diperkirakan perputaran uang nasabah yang dikelola keempat tiga pinjol ilegal tersebut mencapai miliaran rupiah setiap bulannya.

TribunJakarta.com
Ilustrasi penggerebekan kantor pinjol ilegal - Tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya melakukan penggerebekan kantor pinjol ilegal di sebuah ruko di Marina Plaza, Manado, Sulawesi Utara, 29 November 2022. Kantor pinjol ilegal tersebut menjalankan bisnisnya dengan berkedok koperasi simpan pinjam dan tak segan melakukan pengancaman saat menagih nasabah. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya menggerebek kantor pinjol ilegal di sebuah ruko di Marina Plaza, Manado, Sulawesi Utara.

Perusahaan pinjol ilegal tersebut menjalankan bisnisnya dengan berkedok koperasi simpan pinjam.

Selain itu, penagih pinjaman atau debt collector tak segan mengancam saat melakukan penagihan kepada nasabahnya.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Metro Jaya Kombes Auliansyah Lubis mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan Subdit Siber Polda Sulawesi Utara untuk mengungkap kasus ini.

"Pada tanggal 29 November 2022, tim Subdit Siber Polda Metro Jaya melakukan penindakan di daerah kota Manado, Sulawesi Utara," kata Auliansyah dalam keterangannya, Minggu (4/12/2022).

"Penindakan dilakukan di salah satu ruko yang berada di kawasan ruko Marina Kota Manado yang diduga kuat sebagai tempat beroperasinya pinjaman online tersebut," tambahnya.

Baca juga: 116 Mahasiswa IPB Terjerat Pinjol, Perjanjian di Atas Meterai dan Mulut Manis Pelaku Buat Terlena

Dalam penggerebekan itu, lanjut Auliansyah, polisi mengamankan 40 orang pegawai dari kantor pinjol ilegal tersebut.

Saat diamankan, puluhan orang tersebut diduga tengah melakukan penagihan melalui komputer. Ratusan kartu SIM telepon seluler juga ditemukan di lokasi.

Ruko di Marina Plaza, Manado, Sulawesi Utara, yang jadi lokasi penggerebekan kantor pinjol ilegal oleh tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya.
Ruko di Marina Plaza, Manado, Sulawesi Utara, yang jadi lokasi penggerebekan kantor pinjol ilegal oleh tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya. (ist)

Dari penyelidikan, kantor pinjol ilegal tersebut telah menjalankan bisnisnya selama sekitar satu tahun menggunakan nama aplikasi PinjamanNow, Akukaya, Kamikaya dan Easygo.

Diperkirakan perputaran uang nasabah yang dikelola keempat tiga pinjol ilegal tersebut mencapai miliaran rupiah setiap bulannya.

Auliansyah menuturkan, dalam kasus ini penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya telah menetapkan dua orang sebagai tersangka.

"Tersangka inisial A sebagai petugas debt collector dan inisial G sebagai pimpinan dari pinjol ilegal tersebut," ungkap dia.

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 30 Juncto Pasal 46 dan atau Pasal 32 juncto Pasal 48 dan atau Pasal 29 juncto Pasal 45B dan atau Pasal 27 Ayat (4) juncto Pasal 45 Ayat (4) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau ITE.

Baca juga: Ngeri! Polisi Sita Samurai, Badik, hingga Pisau Beracun saat Gerebek Kampung Boncos Palmerah

Selain itu, mereka juga dijerat Pasal 65 Ayat (1) dan Ayat (2) Juncto Pasal 115 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Sang bos dan debt collecotor pinjol ilegal itu terancam hukuman pidana penjara maksimal 12 tahun dan denda Rp12 miliar.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved