Viral di Media Sosial

Viral Warganet Keluhkan Biaya Perpanjang SIM A di Polres Metro Depok, Begini Kata Polisi

Kala itu, idia sudah mulai curiga musabab tak tercantum biaya cek psikologi dengan besaran Rp 60 ribu dalam perpanjang SIM.

Twitter @disinisadat
Tangkapan layar seorang pemohon mengeluhkan besarnya biaya perpanjang SIM A di Polres Metro Depok, viral di media sosial.  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Satlantas Polres Metro Depok tengah viral di media soal Twitter, usai seorang warganet dengan akun @disinisadat mengungkapkan kekecewaannya saat proses perpanjangan SIM.

Dalam cuitannya, warganet itu mengatakan dirinya hendak memperpanjang SIM A ke Polres Metro Depok.

Sebelum berangkat, ia lebih dulu mengecek biaya perpanjangan SIM A dan didapat informasi bahwa nominalnya sebesar kurang lebih Rp 140 ribu dengan rincian perpanjangan Rp 80 ribu, cek kesehatan Rp 25 ribu, asuransi Rp 30 ribu, dan registrasi Rp 5 ribu.

"Sesampai di sana kita disuruh buat tes kesehatan dulu, biaya Rp 25 ribu harus bayar tunai. Sempat minta bukti bayar tapi mbak petugasnya bilang gak ada. Gw gak terlalu masalahin sih secara biaya tes kesehatan memang ada di daftar dan besarannya sama sesuai aturan tertulis," tulisnya dalam unggahan tersebut.

Setelah menjalani tes kesehatan, ia mengaku diminta untuk ke tempat cek psikologi. Disana, ia mengerjakan sejumlah soal.

"Setelah selesai tes, lembar jawaban dikumpulkan, lalu petugasnya minta biaya Rp 60 ribu," bebernya.

Kala itu, idia sudah mulai curiga musabab tak tercantum biaya cek psikologi dengan besaran Rp 60 ribu dalam perpanjang SIM.

"Mulai cium gelagat gak beres karena biaya psikologi dengan besaran segitu gak ada tercantum dalam list biaya resmi," ungkapnya.

"Pas diminta bayar Rp 60 ribu untuk biaya tes psikologi ini masih gw turutin sih, biar cepat aja ditambah gw pikir setelah itu tinggal pembayaran akhir di loket pengambilan SIM setelah jadi kan," timpalnya.

Baca juga: Perpanjangan SIM Online A atau C Bisa Melalui Handphone, Simak Cara dan Biayanya

Namun ketika tahapan sudah mencapai pembayaran akhir, ternyata ia dimintai uang dengan besaran Rp 170 ribu.

"Pas mau masukin berkas mbak petugasnya (lagi hamil) minta bayar Rp 170 ribu," ucap ia.

Ucapan petugas itu pun cukup membuatnya kaget. Ia mengaku nominal tersebut sangat mahal dan jauh selisihnya dari biaya resmi yang ia ketahui.

"Mana gak bisa debit pula, masa harus bayar cash sedangkan di area polresnya gak ada ATM. Karena komplain, gw dipanggil masuk," imbuhnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved