Kasus Keracunan Chikibul di Bekasi: Tekanan Gas Nitrogen Cair Akibatkan Lambung Bocah 4 Tahun Robek

Korban keracunan cikibul dirawat pada 21 sampai 27 Desember 2022, diagnosa peritonitis umum yang disebabkan perforasi gaster dengan tindakan

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Acos Abdul Qodir
Kolase Tribun Medan
Ilustrasi anak korban keracunan chiki ngebul dirawat di rumah sakit - Terkini, Pemkot Bekasi mengeluarkan kebijakan larangan penjualan chiki ngebul di wilayahnya setelah empat anak keracunan camilan dari nitrogen cair tersebut. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com Yusuf Bachtiar 

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Kandungan gas nitrogen cair dalam jajanan chiki ngebul alias chikibul benar-benar berbahaya.

Kesimpulan ini berdasarkan hasil penelusuran Dinas Kesehatan Kota Bekasi terhadap bocah 4 tahun korban keracunan di Pondok Gede. 

Kepala Dinkes Kota Bekasi Tanti Rohilawati mengatakan, pihaknya telah melakukan investasi kasus korban keracunan cikibul yang sempat dirawat di RS Haji Pondok Gede Jakarta Timur. 

"Dinas Kesehatan Kota Bekasi kemudian melakukan penyelidikan epidemiologi atas kejadian dimaksud kepada keluarga korban dengan kesimpulan telah terjadi kasus keracunan makanan yang diduga diakibatkan oleh jajanan Ciki Ngebul," kata Tanti, Rabu (11/1/2023). 

Korban keracunan cikibul dirawat pada 21 sampai 27 Desember 2022, diagnosa peritonitis umum yang disebabkan perforasi gaster dengan tindakan oaparatomy explorasi dan repair gaster. 

"Dinas kesehatan kota bekasi membentuk tim kerja dalam mendalami kasus ini dengan melakukan kunjungan permintaan informasi medis ke RS Haji Jakarta," ujar Tanti. 

Baca juga: Dinkes Kota Tangerang Ingatkan Bahaya Konsumsi Chiki Ngebul, Bisa Akibatkan Luka Dalam

Dinkes lanjut dia, juga mengambil sampling makanan serupa untuk diteliti keamanan pangannya serta melakukan investigasi lapangan ke lokasi penjualan cikibul yang dibeli korban. 

"Melalui data informasi medis tersebut, korban mengalami robek lambung bagian atas disebabkan oleh tekanan udara pada lambung yang terbentuk oleh gas nitrogen, untuk proses sampling makanan saat ini masih diproses," jelas dia. 

Sebelumnya diberitakan, bocah berusia empat tahun bernama Afnan, warga Kelurahan Jatiwaringin, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi mengalami sakit lambung usai mengkonsumsi ciki ngebul (cikibul).  

Jamaludin (30) sang ayah mengatakan, kejadian bermula saat dia bersama putranya mengunjungi pasar malam di dekat kediamannya pada Rabu (21/12/2022) lalu.  

"Malam itu anak kami makanan chiki yang ada asapnya, yang orang biasa sebut cikibul," kata Jamaludin, Senin (9/1/2023). 

Baca juga: Empat Anak Keracunan hingga Lambung Robek, Pemkot Bekasi Larang Penjualan Chikbul 

Baca juga: Dinkes Kota Tangerang Ingatkan Bahaya Konsumsi Chiki Ngebul, Bisa Akibatkan Luka Dalam

Makanan yang mengandung nitrogen itu dibeli seharga Rp10.000, tidak lama setelah mengonsumsi sakit mulai dirasakan Afnan.  

"Pas abis makan jerit, saya pegang perutnya keras malam itu juga langsung dibawa ke rumah sakit," jelas Jamaludin.  

Afnan dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Haji Pondok Gede Jakarta Timur, oleh dokter bocah berusia empat divonis menderita kebocoran lambung.  

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved