Ajudan Jenderal Ferdy Sambo Ditembak

Luapkan Unek-unek, Putri Candrawathi Merasa Jadi Perempuan Tersakiti: Dihujam Jutaan Tuduhan

Putri Candrawathi mengungkapkan unek-uneknya saat membacakan nota pembelaan atau pleidoi dalam sidang perkara pembunuhan berencana Brigadir J.

Tangkap layar Kompas Tv
Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, menangis sesenggukan saat menceritakan kejadian dugaan pemerkosaan yang dilakukan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di Magelang, Jawa Tengah. Cerita itu disampaikan Putri Candrawathi saat diperiksa sebagai terdakwa dalam sidang perkara pembunuhan berencana Brigadir J di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Rabu (11/1/2023). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Terdakwa Putri Candrawathi mengungkapkan unek-uneknya saat membacakan nota pembelaan atau pleidoi dalam sidang perkara pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (25/1/2023).

Dalam pleidoinya, Putri Candrawathi merasa sebagai seorang perempuan yang disakiti dan diserang dengan berbagai tuduhan.

"Dari seorang perempuan yang disakiti dan dihujam jutaan tuduhan, stigma, fitnah atas apa yang tidak pernah dilakukan," kata Putri saat membacakan pleidoi.

Istri Ferdy Sambo itu mengklaim telah dipisahkan secara paksa dengan anak-anaknya setelah terjerat kasus pembunuhan berencana Brigadir J.

"Sebuah nota pembelaan seorang Ibu yang dipisahkan paksa dari anak-anaknya hanya dengan dasar tuduhan yang rapuh dan mengada-ada," ujar dia.

Baca juga: Dituduh Siksa Brigadir J hingga Bandar Judi, Sambo: Seolah Saya Penjahat Terbesar Sepanjang Sejarah

Putri Candrawathi membacakan nota pembelaan secara terbata-bata. Ia juga menangis saat mengingat suami dan anak-anaknya.

"Huruf demi huruf dan setiap kata yang saya tuangkan disini mengalir membawa ingatan pada orang-orang tersayang di luar sana. Khususnya Anak-anak di rumah dan di sekolah, suami yang telah seratusan hari berpisah sejak ditahan di Mako Brimob, hingga orang tua dan seluruh sahabat yang juga ikut merasakan derita yang kami alami," ungkap Putri.

Dalam perkara pembunuhan berencana Brigadir J, terdakwa Putri Candrawathi dijatuhi tuntutan delapan tahun penjara oleh JPU.

Baca juga: Suara Bergetar dan Menangis, Ricky Rizal Ngaku Tak Terlibat Pembunuhan Berencana Brigadir J

JPU dalam tuntutannya menyatakan bahwa Putri Candrawathi terbukti secara sah dan meyakinkan dalam membantu Ferdy Sambo menghabisi nyawa Brigadir J.

"Menuntut supaya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan, satu, menyatakan terdakwa Putri Candrawathi terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana turut serta merampas nyawa orang lain yang direncanakan terlebih dahulu sebagaimana yang diatur dalam dakwaan Pasal 340 KUHP," kata JPU saat membacakan tuntutan, Rabu (18/1/2023).

JPU pun menuntut agar Majelis Hakim PN Jakarta Selatan menjatuhkan hukuman delapan tahun penjara kepada Putri Candrawathi.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Putri Candrawathi dengan pidana penjara selama delapan tahun dikurangi masa penahanan terdakwa," ujar JPU.

Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved