Kisah Pilu Rahmat Aulia, Bocah Asal Aceh yang Nekat Naik Becak Motor 8 Jam demi Bopong Ayah ke RS

Bocah kelas 6 SD itu sudah harus bertindak layaknya orang dewasa, memikirkan kondisi sang ayah yang sudah terbaring lemah di kasur.

Facebook Azmi Murtala
Rahmat Aulia, seorang bocah 11 tahun asal Pidie Jaya yang rela menempuh ratusan kilometer perjalanan menggunakan becak tua demi membawa sang ayah yang sedang sakit menuju rumah Sakit di Aceh Utara untuk berobat. 

Dalam postingan, disebutkan tampak seorang bocah laki-laki bernama Rahmat Aulia tengah berjuang membawa sang Ayah yang kesakitan menuju kabupaten Aceh Utara dengan menempuh jarak kurang lebih 160 kilometer mengendarai sebuah becak motor tua.

Bocah kelas 6 SD itu tampak tertunduk lesu kelelahan, sesekali ia termenung di atas becak tua yang telah terparkir di pinggir jalan Medan B-Aceh tepatnya di kawasan Peusangan Bireuen.

"Bocah tersebut termenung sambil sesekali menyemangati ayahnya yg sedang terbaring menahan sakit," tulis akun Facebook Azmi Murtala yang diunggah pada Kamis (26/1/2023).

Melihat pemandangan yang menyayat hati, seorang warga setempat, Pak Yanto asal Blang Mee, Aceh yang kebetulan melintas lalu menghampiri becak tersebut. Ia kemudian menanyakan maksud dan tujuan sang bocah.

Saat ditanya, bocah tersebut mengatakan ternyata ia membawa ayahnya yang sedang terbaring lemas di atas becak menuju rumah sakit di Aceh Utara.

Tak perlu menunggu lama, Pak Yanto kemudian menelpon rekannya, Azmi Murtala untuk segera membawa ambulans.

"Pak Yanto dengan sigap menelpon saya Azmi Murtala untuk membawa Ambulance Takabeya Peduli, dan H Mukhlis Takabeya pun dengan cepat memberi intruksi untuk segera merapat kelokasi," sambungnya dalam keterangan yang diunggah.

Saat ditanyakan, bocah berbadan gempal itu ternyata memang sering membawa ayahnya dari Pidie Jaya ke RSUD Cut Meutia, Aceh Utara menggunakan becak.

Sang ayah yang menderita pembengkakan di perut akibat penumpukan cairan harus segera berobat setiap sepuluh hari sekali.

"Dia ( Rahmat Aulia) setiap sepuluh hari sekali selalu membawa ayahnya dari Pidie Jaya ke Rumah Sakit Umum Daerah Cut Mutia dengan becak tua untuk disedot cairan yang ada ditubuh ayahnya," kata akun tersebut.

Berbekal Upah Tarek Pukat

Rahmat Aulia merupakan seorang anak piatu, sang ibu meninggal sudah sejak lama.

Hidup berdua dengan sang kakak yang masih duduk di bangku kelas 1 SMP, tak menghentikan semangat Rahmat untuk merawat sang ayah.

Dirinya tak hanya menjadi tulang punggung keluarga saja tetapi Rahmat juga berjibaku untuk merawat sang ayah yang tengah terbaring sakit.

Untuk biaya berobat sang ayah, Rahmat Aulia sehari-hari ikut bekerja sebagai penarik jaring ikan atau biasa disebut tarek pukat.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved