Live Medsos Jadi Tren Jualan di Pasar Tanah Abang, Pedagang Bisa Lima Jam Live Gunakan 3 Ponsel

Tak lagi adu kencang suara atau merayu untuk gaet pengunjung datang ke tokonya, kini para pedagang di pasar terbesar se-Asia Tenggara itu masing-masin

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Acos Abdul Qodir
TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Mila, pegawai toko sepatu di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, menjajakan dagangannya dengan live di media sosial menggunakan tiga ponsel, Sabtu (17/6/2023).  

Setiap harinya, Mila live medsos dari pukul 10.00 sampai 15.00 WIB.

Saat sedang live, cara penyampaian Mila pun layaknya presenter profesional.

Sama sekali tak terlihat adanya kegagapan dalam menyampaikan produknya ke para netizen.

Dia pun begitu responsif melayani pertanyaan para netizen yang menyaksikan live medsosnya, termasuk yang menanyakan kesediaan model dan harga sepatu yang ditawarkan Mila.

"Ini etalase nomor 69 model heels kecil, haknya tiga senti, ino model terbaru say, bahannya kulit kecil hiasan motif pita, uh cantik beb," begitulah cara Mila saat sedang live di medsos.

Fitri, pedagang pakaian muslim di Pasar Tanah Abang Jakarta Pusat, tengah menjajakan dagangannya melalui live di media sosial pada Sabtu (17/6/2023). 
Fitri, pedagang pakaian muslim di Pasar Tanah Abang Jakarta Pusat, tengah menjajakan dagangannya melalui live di media sosial pada Sabtu (17/6/2023).  (TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra)

Bila ada netizen yang merasa cocok, mereka pun akan berkomunikasi langsung melalui pesan di medsos toko Mila bekerja diantaranya di Instagram @ivory.sepatu.

"Kita ga ada COD, jadinya via transfer," kata Mila.

Ditanya soal kemampuan bahasanya yang begitu lancar, Mila menyebutnya hal itu terjadi otodidak karena pengalaman live selama ini.

"Ga ada latihan sih, otodidak aja karena sudah setiap hari jadinya biasa," ujarnya.

Meski tak menyebut secara rinci berapa omzet yang didapat dari live, Mila mengamini omzet tokonya dalam sebulan berkisar Rp40-50 juta.

Live jadi Kewajiban

Senada dengan Mila, Fitri yang bekerja di toko pakaian muslim juga kini diwajibkan menjajakan dagangannya melalui live medsos.

Awalnya, Fitri merasa canggung, apalagi dia bukanlah orang yang kerap berbicara di depan banyak orang.

Namun karena tuntutan pekerjaan, kini dia pun sudah begitu pede untuk menjajakan dagangannya di depan kamera.

Baca juga: Pemkot Jakbar Minta Tempat Hiburan Malam Bar, Tempat Pijat dan Karaoke Tutup Pada H-1 Idul Adha

Sambil memegang tiap desain pakaian muslim yang dijualnya di akun Instagram @gies_butik, Fitri dengan semangat menjelaskan model, bahan hingga harga pakaian yang dijualnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved